03 Juni 2012

WAKTUNYA AKAN DATANG


Bagiku ketika dalam suatu waktu berada dalam sebuah kesenangan dan segala pencapaian yang merupakan satu dari sekian banyak impian, adalah menjadikanku begitu terikat dan sulit dilupakan. Begitu banyak yang ditawarkan padaku, sungguh sangat berwarna dan membuai, namun rayuannya tidak pernah melebihi luasnya dunia ini. Apa yang telah kubayangkan terkadang membuatku terjebak dan membuatku semakin tenggelam di dalamnya, dan hal itu tentu saja menjadikanku tak ingin melupakannya hingga dimanapun aku berada bisikan dan rayuannya selalu terngiang, dan aku tak menginginkan segalanya tercerai berai, aku ingin semuanya tetap utuh dan menjadi satu.
Segalanya jika sudah pada waktunya akan selalu menghampiri dan dengan tangan yang terbuka akan selalu kujelang, apa yang akan kuterima nanti bukanlah masalah besar, karena masih ada angin yang selalu siap menghentikan kesejukannya di saat mataku memerah dan telingaku memanas. Aku sama sekali tidak tahu tentang putaran waktu, karena samua itu gelap, semua itu aku jalani dengan menebarkan tawa keriangan dan membiarkan mata ini terpejam memandangi detik demi detik gelombang suara yang masih berpencar hingga akhirnya menjadi satu.
Tekanan yang menyerang pikiran dari berbagai arah adalah semakin keras, mengeras, dan sekeras-kerasnya, akar yang menancap dan menghujam kedalam tanah lebih beruntung jika suara angin yang menyerang. Pikiranku yang lemah terus menerus diajak berpikir bagaimana agar tidak mudah dipaksa dalam ajakan sekumpulan kerikil yang setiap saat dapat berubah menjadi penghalang laju angin yang menyisir hamparan pasir sisa jejakku yang tertinggal. Angin di siang hari lebih keras daripada angin malam, selalu saja menghembuskan remah-remah suara yang tak pernah terlihat, hening namun tetap terasa, terus menerus menjurus menelusup mengajakku untuk selau bersama-sama, menunggu apa saja yang bisa kutunggu dengan syarat tanpa merusak apa saja yang terlintas. Hingga tiba saat semua menjadi satu.
Aku dan mungkin kalian tidak akan pernah lelah menunggu, lagi dan lgi tertuju pada sebuah nama, yaitu waktu, semuanya membutuhkan perenungan yang lebih dalam untuk menentukan tempat yang pantas dan titik seluas-luasnya dalam melihat cahaya mentari yang berpencar dan berbinar-binar, terang seterang-terangnya terpampang indah dihadapan mata dan segera waktu akan kujelang. Diatas bentangan langit dan awan yang berlari beraturan. Aku bahagia berbenturan dengan segala kenyataan masa depan yang menghapus segala kenangan. Seandainya tak pernah berujung pada masalah yang selalu pasti – adalah kesedihan. Mengakar dibakar segala marah dan cemburu yang tak pernah tiba untuk meminta surut, damailah dan mimpi pun usai – berakhir sudah.
Kekacauan akibat dari banyaknya kekerasan dari bayang-bayang yang berbicara penuh dengan alasan, pandangan-pandangan saling bertolak belakang dan bertentangan telah banyak memberikan kecemburuan dan ruang yang semakin berjarak dan rasa yang makin mengeras dan semakin sulit untuk goyah. Segala kegundahan yang menyebar telah memberikan jalan bagi segenap rasa yang menginginkan punahnya cemburu dan hancurnya benci. Aku dan mungkin akan bersama-sama mencari dan mengikuti kerasnya suara angin dan mentari. Semua tidak mudah, karena apa yang terjadi adalah dari apa yang kita ucapkan dan kita tempuh. Langit yang semakin membiru akankah semakin mudah aku jangkau? Aku tak mungkin sendiri, aku ingin bersama-sama menyelaminya, karena aku tahu setelah biru pasti akan menjadi kelabu atau mendung, dan semua itu ada saatnya, tidak perlu memaksa dan jika masih berat bersama tidak perlu risau jika nanti bersama malah menjadi luka. Janganlah kebersamaan menjadi begitu terasa asing karena tak pernah menemukan titik yang sangat bersih dari jauh dan dari segala konflik yang kadang tak mengenal kisah-kisah dibalik penantian penuh kepastian. Aku ingin saatnya nanti semua dapat membuka mata dan hatinya lebih dalam dan lebih mudah menerima segala kenyataan yang telah tersemai di alam ini, hingga nanti akan menjadi satu, menjadi nyata dan satu, dan nyata.

dari sebuah lagu milik Pure Saturday
SAATNYA NANTI.

18 Mei 2012

Apakah Aku Jengkel ??


mmm…kira-kira saya harus mulai dari mana dulu ya, yaa dari mana saja lah, karena setiap dapat rejeki datangnya pun selalu dari arah yang tidak di duga-duga,,hehe,,,jadi sebenarnya saya seringkali ngerasa aneh aja sama pikiran dan kemauan beberapa orang yang terkadang membuat sedikit banyak saya juga menjadi ikut-ikutan heran, kenapa mereka-mereka itu seperti tidak mempunyai inisiatif atau solusi bagi dirinya sendiri? Atau kenapa sih orang itu tidak punya perasaan banget ketika saya tidak ingin di ganggu? (iya saya juga tau, orang itu mana tau saya sedang tidak ingin diganggu) dan kadang kenapa sih selalu saja saya menemukan orang-orang yang sok ahli dalam segala hal? Dan masih banyak lainnya,,ah entahlah, yang pasti begitu banyak hal-hal yang mengganggu.
Belum lama ini ketika saya berada di sebuah pasar loak, dan hendak pulang tapi sebelumnya menuju tempat parkir dimana motor saya di parkirkan, nah ketika sedang membuka kunci stang motor dari arah pinggir terdengar teriakan “eh mas ocke…mas ocke tungguin..aku nebeng dong” ternyata teman kerja saya dulu, seorang mas mas yang berjalan agak gemulai, aarrrrggghh!! saat itu saya benar-benar BETE! Dengan kehadirannya yang tidak diinginkan itu…bayangkan saja itu adalah ciri orang yang tidak punya pengertian dan solusi bagi dirinya sendiri! Kenapa saya katakan seperti itu? Ya karena teman saya itu tidak mengerti kalau saya sedang tidak ingin membonceng siapa-siapa, ditambah lagi kalaupun membonceng saya hanya membawa helm satu, yaitu yang saya pakai, dan selanjutnya dia tidak punya solusi, coba pikir saja sudah tau saya tidak bawa dua helm tapi masih saja dia pengen ikut, padahal kan di tempat parkir itu banyak orang yang mau pulang juga, banyak juga yang bawa helm dua, kenapa dia tidak ikut sama orang yang bawa dua helm saja? Padahal kalau dia bersungguh-sungguh ingin naik motor kan bisa bilang baik-baik sama orang lain, saya yakin dia pasti akan kesulitan mendapat tumpangan…sungguh terlalu!!
Dan satu lagi kenapa di dunia ini begitu banyak orang-orang yang sok tau?! Sehingga kalau ngobrol saya sering banyak tidak taunya (ga tau juga sih apakah sayanya yang bodoh atau orangnya yang terlalu ngarang sehingga terlihat seperti pintar) yang pasti saya kurang suka sama orang yang banyak omong, saya pernah dengar sebuah kata-kata bijak yang berbunyi seperti ini “orang yang terlalu banyak bicara itu lebih banyak memperlihatkan kelemahannya” entahlah yang pasti saya pernah mendengar kata-kata itu hanya lupa lagi dimana dan jam berapa. Seperti seorang teman saya ketika ngobrol tentang suatu hal dia sering menyerobot obrolan dan mengeluarkan analisis-analisis ilmiahnya, contohnya ketika ngobrolin film eh belum juga beres dia langsung nyerobot memberikan segudang referensi film-film yang harus ditonton oleh kita-kita, sumpah sekalipun saya setuju dengan rekomendasinya saya tidak akan pernah nonton! Belum lagi dia itu sepertinya sudah khatam nama-nama aktor dan aktris, saya sampai berpikir kasian banget nih orang kayanya dia siang malam ngapalin para aktor dan aktris film lengkap dengan apa yang diperankannya di tiap film…itulah TOTALITAS, tapi satu yang saya sayangkan dari teman saya itu, dia terlalu cupu untuk menjadi seorang aktivis film, gak pantes banget lah pokoknya, maap ya itu kenyataan berdasarkan polling lho…hehe…lebih baik dia itu jadi ensiklopedia berjalan karena siapa tau ketika teman-temannya termasuk juga saya membutuhkan pengetahuan tentang sesuatu bisa langsung bertanya, lumayan kan kalau pas lagi jauh bisa di sms jadi ga perlu jauh-jauh datang ke perpustakaan…jadi lebih baik kalau jadi orang itu jangan banyak omong jangan merepotkan diri sendiri…ok sekian dan terima kasih…

Bandung,
Di Rumah
Menjelang tengah malam di kamis malam a.k.a malam jum’at dan hujan gerimis.   

24 April 2012

Kenpa Begini Kenapa Begitu??

hari ini saya memergoki beberapa kejadian yang bisa di bilang sabagian menyebalkan, sebagian bikin jijik, dan sebagian bikin aneh, apa itu?
urutannya sih yang pertama saya melihat sesuatu yang aneh, tapi entah aneh atau tidak, di sebuah gedung yang kokoh dan baru saja dibangun, ditengah siang bolong tiba-tiba saja salah kaca yang berukuran besar disalah satu sudut gedung itu retak-retak dan berbunyi "kretek-kretek" seperti hendak mau hancuk berkeping-keping seperti seseorang yang sedang patah hati lalu hancur berkeping-keping, jelas orang-orang yang dekat dengan kaca itu ketakutan, dan merasa ngeri apalagi yang perempuan, tapi beruntung dan juga syukur setelah saya perhatikan agak lama kaca gedung itu tidak hancur atau pecah, kalau saya analisis mungkin massa sebuah kaca itu masih bisa membendung panasnya terik matahari yang diprediksi setara dengan berjuta-juta watt lampu neon, dan sisi positifnya adalah : KACA ITU TIDAK PECAH sodara-sodara.

dan yang kedua adalah mungkin menyebalkan, jadi ketika saya parkir di sebuah toko, dan kebetulan saat itu tempat parkiran tidak terlalu penuh, sehingga menyebabkan jarak antara motor dengan motor agak berjauhan, lalu si tukang parkir tanpa ragu-ragu memindahka satu persatu motor begitu pula dengan motor saya yang dia pindahkan, maksudnya sih baik untuk merapihkan tempat parkiran, tapi caranya dia memindahkan motor itu sangat tidak berperikomotoran! main gusur sana gusur sini, putar sana putar sini..tapi sisi positifnya : MOTOR SAYA TIDAK CACAT/ TERGORES APAPUN,,keren sekali tukang parkir itu..salut!!

lalu hal yang terakhir ini yang menjadi kelas berat, langsung saja saya ceritakan,,GILA!! di saat nikmat-nikmatnya makan siang, ketika suapan terakhir di bawah tumpukan lauk ada makhluk yang sangat menggelikan! BELATUNG!! EDAANN!! kaget bukan kepalang, selera makan langsung hilang, dan untungnya sebagian makan di piring pun sudah hilang...ke perut :p melihat makhluk tengil itu ada di sebuah piring, makan siang terasa medapat sambaran petir disiang bolong! saya inginnya mengadukan hal itu tapi saya tahan dan entah akan makan ditempat itu lagi atau tidak, itu akan saya pikirkan dan tempat makan itu akan selalu menjadi mimpi buruk! tapi apapun binatangnya yang penting BELATUNG ITU TIDAK MASUK KE PERUT SAYA! terima kasih Yaa Allah! Alhamdulillah, kenyang sekali :)     

11 April 2012

DISANA


Keinginan selalu saja menjadi samar, satu sama lainnya pasti akan berbeda dan mencari sesuatu tentunya tidaklah mudah. Namun pikiranku takkan pernah mengalah hingga benar-benar terwujud, apa yang dicari pastilah sangat berarti. Adalah dengan berlari jika ingin terlewati dan berjalan perlahan adalah benar-benar aku nikmati. Jikalau kegagalan yang aku dapatkan aku tidak akan pernah mengurung diri, menangis tersedu-sedu dan meratapi kegagalan di pojokkan ruang penuh tulisan berupa isyarat tak pernah terpecahkan. Walau disini penuh tanda tanya namun akan terus aku coba untuk meraih apa yang menjadi suatu keinginan baik di sana atau di masa yang akan datang, sehingga aku perlu lebih banyak lagi mendengar segala bisikan .
Ingin rasanya kusandarkan tubuh ini pada dahan-dahan pohon yang daun-daunnya menengadah memelas meminta hujan turun dengan segera, dan pikiranku saat ini mungkin sama, tak ada yang bisa aku katakan lagi semuanya tampak diam, setiap mata hanya menatap kosong tanpa celah untuk sedikit cahaya. Batinku berperang ingin melawan tubuh yang terdiam melamunkan hembusan-hembusan angin yang sudah tak terasa perlintasannya. Mungkin pilihannya kepala menjadi terasa pusing atau melamun saja, karena dalam lamunan aku bisa saja menjadi apa yang aku inginkan, seperti halnya seseorang yang perkasa lalu mengaku-ngaku bisa menaklukan segala aroma dunia. Tapi dalam rasa nyata tidaklah mudah, oleh karena nyata aku bisa meraba, terasa hingga ujung jari, sekiranya semua menjadi milikku mungkin aku tak akan pernah menginginkan apa-apa lagi. Namun sebelum matahari terbenam aku lebih dulu menyadarinya bahwa betapa segala apa yang kita inginkan itu tidaklah mudah.
Pekatnya hitam dalam dinginnya malam kadang kala membawa kita pada buaian mimpi-mimpi yang terkadang tidak bisa dibedakan manakah itu yang tampak seperti nyata dan mana yang benar-benar semu, namun sesekali menjadi penghibur dikala kita tertidur. Siang sudah pasti kita memperjuangkan apa yang kita ingin jadikan sandaran, setidaknya untuk membahagiakan diri kita sendiri, dan itu lebih baik jika dibandingkan dengan terus menerawang entah sampai kemana, seperti dunia yang tak mempunyai ujung. Malam pun demikian, kita masih saja dihadapakan pada sisa-sisa yang diperjuangkan pada siang hari, kecemasan akan esok hari yang penuh teka-teki menjadi semacam petualangan fantasi menggambarkan dunia di hari-hari mendatang, dan tidur terlelap menjadi peredam segala ketakutan kita akan masa depan. Terlelaplah karena bulan tetap menerangi mimpi kita.
Keinginan ketika dipertemukan dengan sebuah bayangan tentang keindahan yang terjadi adalah keindahan itu ingin benar-benar menjadi nyata dan tidak berubah sedikitpun dari bentuk yang sebenarnya. Tapi nyatanya adalah yang kau terima rasa kecewa, dan jika menerima makan akan menambah luka, lalu jika menolak tetaplah tidak kuasa. Memeluk sebuah masa yang indah hanyalah akan terpaku pada waktu, ketika kau raih hanyalah mimpi-mimpi yang begitu samar dan tanpa arah, dan benar-benar membuat semuanya begitu berat. Kaki yang begitu berat untuk kau langkahkan untuk sementara tidak berubah hingga waktu yang sulit untuk ditentukan.
Jika tanganmu tak lagi mampu menggenggam cobalah untuk tak pernah berhenti berpikir agar dapat suatu saat menemukan sesuatu yang bisa kau rasakan. Tapi berpikir pun sangat membutuhkan waktu, dan saat melewatinya segala kemungkinan bisa saja muncul kekecewaan atau kebahagiaan yang kapan saja bisa melintasi mata hati dan pikiran, lalu ketika jatuh pada satu ketentuan yang tidak mutlak, yaitu meraih mimpi-mimpi yang samar, maka ada yang tidak berubah untuk sesaat – kaki yang begitu berat untuk melangkah.
Kaki yang mulai terasa berat dan seperti entah akan kemana, itu berarti aku diam dan tidak peduli pada segala rencana yang telah tersusun rapih dalam rak-rak yang ada dalam otak, dan jika seandainya aku harus diam itu bukan berarti aku harus memelas dan meminta pada sebuah jelaga usang yang telah memberikan pesonanya pada ratusan atau bahkan mungkin ribuan pemohon stempel kebahagiaan, yang sampai kebahagiaan semu itu singgah menetap pada rongga-rongga tubuh yang begitu sangat membutuhkannya. Namun kekhawatiran akan selalu ada ketika apa yang kulihat semuanya seakan berharap, berharap kau membawa sebuah dunia, dunia yang kau ambil dan simpan sepenuh hati disana, ditempat yang entah dimana? Dan semua itu yang dapat mengetahuinya adalah penggalan-penggalan alam bawah sadar yang masih menyimpan sedikit cadangan kebahagiaan dan sudah pasti belum tentu membuat alam pikiran menjadi sunyi senyap. Kemudian saat segala damai kuraih dengan susah payah, maka hening pun segera hilang.
Apa yang bisa kusaksikan di alam yang begitu luas ini adalah seperti sudut-sudut yang menyimpan sesuatu, entahlah karya apa yang tersimpan disana, aku harap sesuatu yang indah seperti siang malam tak pernah lelah menebar cerita tak ada habisnya, sekalipun di terabas angin kencang. Lebih dalam lagi aku harus dapat menikmati sekeliling ruang tak bertepi, menikmati tanpa ucapan karenanya hanya mataku saja yang berbicara selepas diundang oleh kenyataan yang penuh tanda tanya. Aku terpaksa tidak boleh menyerah dan ijinkan agar aku tetap berdiri disana, agar aku dapat lebih menajamkan pandanganku menelisik setiap sudut semampuku agar dapat kulihat apa yang sebenarnya ada dibalik kenyataan dan nalar, bahwa jika benar-benar belum bisa kudapatkan maka pikiran ini tak akan terpejam.   
Harapan yang begitu kecil ini terlalu sia-sia jika terus menerus dipendam dan lantas terbenam. Sekiranya mampu untuk kubawa maka akan kubawa hingga bersinar dan mengalahkan langit muram penuh tanpa batas-batas yang sulit untuk menjadi cerah. Aku tak mungkin sendiri menghadapi ketidak teraturan penggalan cerita-cerita masa silam. Dan mungkin lebih baik kau yang bersedia membawa harapan pada dunia lalu ceritakan apa adanyasaja, karena semua kenangan sudah tersimpan jauh disana, maka harus aku biarkan agar tetap terang, tetap bersinar jauh disana.  

dari lagu Pure Saturday, dengan judul yang sama.

11 Maret 2012

SABAR


Ketika hidup begitu banyak dengan pekerjaan yang harus diselesaikan, tiba-tiba saja seorang teman berbicara tentang kesabaran, menurut saya ada sedikit relevansinya antara pekerjaan dan kalimat sabar, ya jika dihubung-hubungkan sabar sangatlah bisa diterapkan ketika menyelasaikan suatu pekerjaan terlebih lagi jika pekerjaan itu berat, begitu pula sebaliknya ketika menerima begitu banyak pekerjaan kita setidaknya harus sabar. Okey mungkin itu bisa menolong dalam hal pekerjaan, tapi ketika kita mengikat sebuah kesabaran dalam diri kita dan pekerjaan yang menghampiri kita benar-benar tidak karuan dan begitu menyiksa hingga ketika pekerjaan itu tidak kunjung usai lantas menuai cibiran dari orang-orang yang so benar dan so hardworker, terutama atasan yang selalu sinis dan selalu mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang terkesan arogan namun terkadang memperlihatkan kebodohannya, apakah lantas harus diam? Setidaknya harus ada sedikit pembelaan dan counter  namun lagi-lagi hal itu harus dengan kesabaran…hmmmm.
Walaupun hanya sekelas sebuah perusahaan, tapi cara kerja dan sistem  yang ada didalamnya terkadang memang menyebalkan. Ditempat saya kerja mungkin saya bisa jadi dianggap sebagai orang atau karyawan yang sangat menyebalkan atau mungkin menjadi bahan pembicaraan terselubung oleh karyawan lainnya, tentunya dan sudah pasti kebanyakan pembicaraannya sangatlah negatif, tapi paduli teuing!! Dan itu lagi-lagi saya harus sabar. Saya sama sekali tidak peduli jika saja apa yang saya sangkakan karyawan lain salah dan melenceng seperti tendangan penalti David Beckham, namun saya yakin ada satu titik dimana itu memang benar adanya. Bahkan saya pun tidak jarang berpikir apa yang para atasan pikirkan ketika kebetulan berpapasan dengan saya atau sengaja memperhatikan saya, mau itu pandangan positif atau negatif sekali lagi paduli teuing!!. Kalau seandainya saya salah, tidak suka atau memang bodoh tegurlah langsung dihadapan muka saya, takut? Tidak, atasan pun MANUSIA!
Ada satu hal yang begitu lucu namun memuakkan, seringkali saya melihat ketika seorang karyawan yang kebetulan bertemu dengan atasannya dimanapun itu, mereka lantas “berhormat-hormat” dengan memberikan senyuman-senyuman yang sepertinya tulus namun saya berpikir itu senyuman sedikit palsu, karena bisa jadi dalam hati mereka menggerutu, ya alasannya macam-macam, gaji belum naik-naik lah, gak pernah dapat bonus lah, dan lah lah yang lainnya, sungguh lucu kan mereka bisa mempunyai senyum yang begitu palsu. Saya juga meyakini sebenarnya dari sebagian karyawan yang ada ditempat saya kerja mereka hanya menjalankannya dengan keterpaksaan dan jarang sekali yang sepenuh hati dalam menyelesaikan segala pekerjaannya, tapi lagi-lagi harus ekstra sabar, dan mungkin juga terpaksa mensyukurinya karena jika sampai kehilangan pekerjaannya maka mereka menganggap dunia sudah benar-benar kiamat, terlebih lagi ketakutannya yang paling kelam dan galau adalah anak istrinya suatu waktu akan sangat merindukan ingin bertemu nasi putih hangat dan ayam goreng.
Ada baiknya sabar itu dilakukan secara proporsional sesuai pada tempatnya seperti halnya marah, artinya ketika tekanan dalam pekerjaan terutama hubungan antara atasan dan karyawan yang begitu edan, maka sabar itu sejenak bisa saja diabaikan, karena sebenarnya ketika hendak melawan dan membantah pun sabar itu diperlukan kata orang-orang yang terkadang menjadi so bijaksana padahal kesehariannya hanya bertengkar dengan istrinya (apakah orang seperti itu bisa dikatakan sabar? Capee dweehh). Tapi saya tidak akan lebih jauh mengintervensi tentang wilayah permasalahan orang lain, apalagi masalah pribadi. Takutnya jika saya umbar nanti malah ada yang tersinggung dan kehilangan kesabarannya.
Dibalik itu juga ternyata dinegara kita juga sudah terbukti bahwa kerusuhan dan kekerasan sudah menjadi trend tersendiri, tapi ah biarlah mungkin mereka-mereka itu sudah sampai pada batas kesadarannya, seperti kata-kata yang selalu saya dengar ketika orang mulai marah
“dengar ya! Sabar pun ada batasnya!!”
Akhirnya saya pun tidak mengerti, dari pada semua orang mulai kehabisan kesabarannya ada baiknya saya mengikuti saran dari Ebiet G. Ade agar bertanya saja pada rumput yang bergoyang. Sekian…   



04 Maret 2012

FRIDAY I’M IN FRIDAY


Setiap hari Jum’at adalah hari dimana saya dikantor merasa seragam dengan karyawan yang lainnya, karena baju yang saya kenakan adalah batik, yang katanya kebanggaan negara ini, tapi saya malu para koruptor pun memakai batik, walaupun karyawan yang satu dengan lainnya sama sekali tidak seragam corak dan merk-nya namun hal itu saya anggap seragam. Dalam hati kecil saya sebenarnya tidak mau memakai batik dihari-hari biasa karena bagi saya batik adalah pakaian yang cukup pantas dipakai ke sebuah resepsi pernikahan walaupun sebenarnya tidak ada aturan yang mewajibkan datang ke sebuah resepsi pernikahan ataupun pesta pora lainnya harus memakai batik, tapi ya sudahlah toh batik yang saya punya semuanya pemberian dari orang tua dan beberapa orang teman.
Dan ternyata hari jum’at kali ini saya datang ke kantor lebih cepat dari biasanya, entah kenapa padahal saya menjalankan motor dari rumah menuju kantor dalam kecepatan yang santai-santai saja dan tidak terlintas sedikit pun dibenak saya untuk kebut-kebutan apalagi menjalankannya dengan aksi zig-zag meskipun tidak macet ala pengendara motor yang serasa menjadi Rossi dengan super legeg-nya (belagu) seperti belagunya Jose Mourinho, dan saya terkadang merasa kasihan jika melihat mereka-mereka yang selalu kebut-kebutan, saya berpikir mungkin orang yang ngebut itu mempunyai hasrat dan keinginan yang besar untuk menjadi pembalap namun tidak kesampaian dan yang lebih sialnya tidak di dukung oleh orang tuanya, ya jadinya begitu. Balik lagi ke waktu kedatangan saya kekantor yang rasa-rasanya kian hari kian lebih cepat, ada gejala apa sebenarnya ini? Apakah saya mulai menjadi loyal terhadap tempat saya kerja? Tidak tidak,saya tidak ingin terlalu loyal apalagi untuk cari muka dan menjadi penjilat! Sungguh muak jika melihat orang-orang yang seperti itu apalagi kebanyakan sudah berumur tua, edan. Mereka itu bukan ingin dilihat bagus dan teladan oleh atasannya, tapi mereka itu justru sangat takut akan kehilangan pekerjaan! Makanya dengan sekuat tenaga dan dengan cara apapun untuk mempertahankan posisinya, tentunya agar gaji terus mengalir tiap bulan.
Karena teman kerja yang seruangan dengan saya belum pada datang, akhirnya saya isi waktu kesendirian ini untuk sejenak berhubungan dengan dunia maya, tapi ternyata berita-berita di dunia maya pun (khususnya berita dalam negeri) sama membosankannya dengan berita di televisi, dan bodohnya kenapa saya masih sempat menonton televisi! Namun akhirnya situs jejaring sosial menjadi situs utama dan (mungkin) satu-satunya situs yang cukup menghibur untuk sekedar membual dan ber-lebay-lebayan, juga tidak lupa saya aktifkan pula yahoo messenger, sedikit bocoran akhir-akhir ini orang yang bisa dibilang spesial dan istimewa dalam hidup saya mulai sering mengaktifkan YM-nya dan tentu saja obrolan saya dengannya dari hati ke hati,prikitiiwww!! Jadi saya tidak akan berpanjang lebar mengenai hal itu, dan jika mengutip ucapan seorang selebritis.
“biarlah itu semua menjadi urusan saya pribadi dan tidak dikonsumsi oleh publik” menurut saya ini adalah sebuah pernyataan yang sungguh lucu, karena apakah semua masyarakat mau mengkonsumsi berita priadi seseorang? Sungguh membuang-buang waktu, justru masyarakat saat ini lebih tertuju dan mungkin muak dengan berita rencana kenaikan BBM, sementara pendapatan tak kungjung mengalami perbaikan, ya sudahlah mau bagaimana lagi keadaan sudah semakin memburuk lagipula saya juga bukan seorang pahlawan yang bisa menolong seluruh rakyat di negara ini, saya juga hanya seorang manusia seperti kebanyakan yang selalu terus berusaha dan berjuang dalam hidup ini hingga benar-benar langit yang cerah menjadi lebih berkuasa atas awan-awan yang mendung.
Tidak terasa waktu jum’atan sudah tiba dan saya sedikit kesiangan karena keasyikan YM-an, lalu saya akhrinya memilih masjid yang tidak jauh dari tempat saya kerja, walaupun tidak terlalu besar tapi beruntung saya masih dapat tempat yang cukup nyaman dan terhindar dari panas karena di pelataran masjid itu dipasang sebuah canopy yang cukup membuat teduh, tidak lama saat duduk bersila tidak disangka bertemu dengan seorang teman lama yang baru saja datang dengan wajah yang masih basah oleh air wudhu, karena ia pun melihat keberadaan saya, maka dia pun duduk disebelah saya, dan di masjid itu yang berbicara bukan hanya khotib tapi juga saya dan teman. Pembicaraannya pun menurut saya adalah sesuatu yang menurut saya sudah usang dan tidak pernah ada ujungnya, yaitu masalah pekerjaan, kemudian Mr. D yang memulai pembicaraan.
“kumaha maneh betah keneh digawe teh?’’ (gimana kamu masih betah kerja?).
Saya hanya tersenyum mendengar pertanyaannya itu, lalu tidak lama saya jawab dengan sedikit tidak serius.
“teuing atuh, urang mah sadipecatna weh” (gak tau, saya nunggu sampai dipecat saja.”) saya dan Mr. D pun terkekeh ringan, karena kalau keras-keras malu sama pak haji yang sudah lama memperhatikan tingkah kami.
“enya bener urang ge, da sarua geus kolot geus hoream neangan gawe deui, heueuh?” (iya betul saya juga, sama sudah pada tua sudah males nyari kerja lagi, betul?”) dan seterusnya Mr. D itu menceritakan suka duka ditempat kerjanya yang baru, yang sedikit aneh baru saja beberapa bulan Mr. D bekerja, ia malah sempat kepikiran untuk segera resign, dalam hati saya pasti ada yang salah dengan tempat kerja Mr. D hingga ia memutuskan untuk resign secepat itu, lalu ia pun memberikan alasannya yang cukup klasik, Mr. D sudah merasa jengah ketika harus menuruti semua kemauan atasannya alias disuruh-suruh, tapi saya pun mengingatkannya bahwa yang namanya kerja itu pilihannya harus mau disuruh-suruh atau resign jika ingin benar-benar terbebas dari segala tekanan batin, tapi menurut saya resign setidaknya lebih baik daripada tiap hari datang ke tempat kerja dan tiap hari pula di tempat kerja itu mengeluh dan menggerutu.
Tidak terasa akhrinya obrolan kami pun selesai dengan ujung pembicaraan yang sungguh tidak jelas penutupnya dan bersamaan pula dengan berakhirnya ceramah jum’at. Saya dan mungkin juga Mr. D berharap setelah jum’atan mendapatkan sesuatu yang setidaknya lebih baik, ya apapun itu, setidaknya harapan untuk tidak melewati kehidupan ini dengan sia-sia, penuh dengan bullshit dan segala kemunafikan. Akhirnya saya dan Mr. D berpisah di pintu gerban masjid dan saling berpesan untuk tetap saling kontak mungkin setidaknya agar mengetahui apakah impian saya sudah benar-benar tercapai.

24 Januari 2012

Klop!!



Setelah beberapa teman bercerita segala hal tentang pernikahan, kemudian saya baru tahu dan menjadi tahu kalau saat memasuki dunia pernikahan terutama menjelang hari H, ada banyak sekali hal-hal yang begitu meribetkan dan membuat ruwet diantara pasangan yang akan menikah, bahkan perasaan yang berubah-ubah pun menjadi sebuah awal permasalah, benarkah begitu menyeramkannya menikah? saya tidak bisa menjawabnya karena saya belum menikah :D tapi disisi lain beberapa teman juga merasa menyesal dengan pernikahannya...."menyesal bukannya nikah dari dulu" (pernyataan yang sudah sangat membosankan dan belum ada gantinya).

Walaupun saya belum menikah, tapi saya mencoba mengutarakan opini (berdasarkan opini beberapa teman yang bisa saya tangkap) dan juga pandangan saya terhadap dunia yang belum pernah saya rasakan ini :D dan tentang sebuah hubungan, atau lebih spesifik lagi hubungan percintaan,,Awww!!. Ok, alasan salah seorang teman dalam sebuah hubungan itu adalah KLOP, yup saya juga setuju-setuju saja dengan alasan klop itu, entahlah mungkin klop dalam segala hal, tapi juga menurut saya klop dalam segala hal bukan berarti sepasang kekasih itu sudah cocok karena bagi saya selamanya orang itu gak pernah ada yang cocok, bayangkan saja kalau semua orang itu cocok, semuanya akan melakukan hal-hal yang sama dan dunia ini menjadi tidak seru! :p, karena seperti slogan dalam sebuah iklan makanan ringan yang menyatakan "life is never flat" yup saya sangat setuju sekali, lebih baik berbeda dari pada harus sama, akhirnya akan menjadi MEMBOSANKAN!! coba kita bayangkan jika sedang menggambar bersama dan diharuskan menggambar objek yang sama persis mirip seperti objeknya,,hmmm mungkin dari teknik bisa saja berbeda tapi tetap saja gambar yang terlihat sama, karena objeknya pun sama, bosan kah? pasti bosan dong, karena saya memaksa kalian untuk bosan, karena secara tidak sadar pun setiap orang punya rasa bosan. seharusnya biar tidak bosan yang cewek menggambar sapi jantan, dan yang cowok menggambar sapi betina, beda kan? 


salah seorang teman semasa SMU atau SMA atau SLTA saat itu menjelang pernikahannya yang hanya tinggal hitungan minggu, saya perhatikan banyak sekali masalah dan berbagai unek-unek yang sepertinya sudah menggunung dalam benaknya dan akhirnya ia tumpahkan semuanya, dan lucunya semua keresahannya itu justru ia utarakan pada temannya sendiri bukan pada calon istrinya - ANEH!! akan tetapi bagi saya sih wajar-wajar saja selama itu asik dan membuat teman saya itu merasa plong seperti kacang polong yang hijau dan renyah. Yang pasti klop itu diibaratkan seperti halnya mur dan baut, paku dan palu, juga jin dan jun, ok kan? jin dan jun memang sahabat yang klop, tapi sayang sinetronnya sudah punah. Dan kalau sepasang kekasih bersih-bersih tanpa pamrih dan tidak sedih, tidak saling menagih dan tidak membual dengan berbuih-buih itu saya pikir sudahlah klop, dan yang pasti kalau sudah klop siapapun pasangannya yang penting minumnyaaa....ya gitu deh :D setiap pasangan biasanya saling menuntut ini itu, padahal kalau dipikir-pikir ya untuk apa saling menuntut apalagi kalau tuntutannya itu sampai ke meja persidangan, apa sih yang sebenarnya dituntut? dan saya sudah tahu jawabannya, jadi kalau ada pasangan sedang saling tuntut, mereka sebenarnya hanya menuntut satu saja,,ya semuanya saya kembalikan pada saudara-saudara sebangsa dan setanah air semuanya,bagaimana mengelola sebuah hubungan,,baik hubungan arus pendek dan arus panjang, semoga tidak bermanfaat, karena ternyata segelas kopi lebih bermanfaat daripada acara gosip!!