Bayangkan jika kita berulang tahun tiap bulan,, menyenangkan kah? dan adakah yang seperti itu? pasti kalian berpikir mana ada sih orang yang berulang tiap bulan,,saya akan menjawab ADA!!,,siapa? saya sendiri..hehe :p jadi sudah setahun ini sejak saya bekerja di tempat baru, ada sebuah kebiasaan dimana setiap awal bulan itu ada semacam perayaan ulang tahun bersama, ada karyawan hingga direksi, misalnya ada karyawan yang berulang tahun di bulan Oktober maka akan dirayakan pada bulan November minggu pertama, dan kenapa saya memilih contoh di bulan Oktober? karena itu adalah bulan kelahiran saya, gak apa-apa dong dipakai sebagai contoh, karena toh saya juga yang nulis disini, bukan kamu :p
Nah jadi ceritanya kenapa saya bisa berulang tahun setiap bulan? karena setiap perayaan ulang tahun bersama saya kebagian sebagai seksi dokumentasi alias jeprat-jepret pake kamera, dan secara automatic selepas acara saya selalu mendapat bagian kue ulang tahun, entah itu sebagai ucapan terima kasih atau memang memberi dengan tulus dan ikhlas? ah saya tidak peduli yang penting memotret senang, perut pun senang dapat makanan mahal terus setiap bulan,, jadi itung-itung saya ulang tahun setiap bulan..begitulah ceritanya :)
jam 16.15 sore yang cerah
dari ruang kantor di lantai 3...
02 Juli 2012
03 Juni 2012
WAKTUNYA AKAN DATANG
Bagiku ketika dalam suatu waktu berada
dalam sebuah kesenangan dan segala pencapaian yang merupakan satu dari sekian
banyak impian, adalah menjadikanku begitu terikat dan sulit dilupakan. Begitu
banyak yang ditawarkan padaku, sungguh sangat berwarna dan membuai, namun
rayuannya tidak pernah melebihi luasnya dunia ini. Apa yang telah kubayangkan
terkadang membuatku terjebak dan membuatku semakin tenggelam di dalamnya, dan
hal itu tentu saja menjadikanku tak ingin melupakannya hingga dimanapun aku
berada bisikan dan rayuannya selalu terngiang, dan aku tak menginginkan
segalanya tercerai berai, aku ingin semuanya tetap utuh dan menjadi satu.
Segalanya jika sudah pada waktunya akan
selalu menghampiri dan dengan tangan yang terbuka akan selalu kujelang, apa
yang akan kuterima nanti bukanlah masalah besar, karena masih ada angin yang
selalu siap menghentikan kesejukannya di saat mataku memerah dan telingaku
memanas. Aku sama sekali tidak tahu tentang putaran waktu, karena samua itu
gelap, semua itu aku jalani dengan menebarkan tawa keriangan dan membiarkan
mata ini terpejam memandangi detik demi detik gelombang suara yang masih
berpencar hingga akhirnya menjadi satu.
Tekanan yang menyerang pikiran dari
berbagai arah adalah semakin keras, mengeras, dan sekeras-kerasnya, akar yang
menancap dan menghujam kedalam tanah lebih beruntung jika suara angin yang
menyerang. Pikiranku yang lemah terus menerus diajak berpikir bagaimana agar
tidak mudah dipaksa dalam ajakan sekumpulan kerikil yang setiap saat dapat
berubah menjadi penghalang laju angin yang menyisir hamparan pasir sisa jejakku
yang tertinggal. Angin di siang hari lebih keras daripada angin malam, selalu
saja menghembuskan remah-remah suara yang tak pernah terlihat, hening namun tetap
terasa, terus menerus menjurus menelusup mengajakku untuk selau bersama-sama,
menunggu apa saja yang bisa kutunggu dengan syarat tanpa merusak apa saja yang
terlintas. Hingga tiba saat semua menjadi satu.
Aku dan mungkin kalian tidak akan pernah
lelah menunggu, lagi dan lgi tertuju pada sebuah nama, yaitu waktu, semuanya
membutuhkan perenungan yang lebih dalam untuk menentukan tempat yang pantas dan
titik seluas-luasnya dalam melihat cahaya mentari yang berpencar dan
berbinar-binar, terang seterang-terangnya terpampang indah dihadapan mata dan
segera waktu akan kujelang. Diatas bentangan langit dan awan yang berlari
beraturan. Aku bahagia berbenturan dengan segala kenyataan masa depan yang
menghapus segala kenangan. Seandainya tak pernah berujung pada masalah yang
selalu pasti – adalah kesedihan. Mengakar dibakar segala marah dan cemburu yang
tak pernah tiba untuk meminta surut, damailah dan mimpi pun usai – berakhir
sudah.
Kekacauan akibat dari banyaknya kekerasan
dari bayang-bayang yang berbicara penuh dengan alasan, pandangan-pandangan
saling bertolak belakang dan bertentangan telah banyak memberikan kecemburuan
dan ruang yang semakin berjarak dan rasa yang makin mengeras dan semakin sulit
untuk goyah. Segala kegundahan yang menyebar telah memberikan jalan bagi
segenap rasa yang menginginkan punahnya cemburu dan hancurnya benci. Aku dan
mungkin akan bersama-sama mencari dan mengikuti kerasnya suara angin dan
mentari. Semua tidak mudah, karena apa yang terjadi adalah dari apa yang kita
ucapkan dan kita tempuh. Langit yang semakin membiru akankah semakin mudah aku
jangkau? Aku tak mungkin sendiri, aku ingin bersama-sama menyelaminya, karena
aku tahu setelah biru pasti akan menjadi kelabu atau mendung, dan semua itu ada
saatnya, tidak perlu memaksa dan jika masih berat bersama tidak perlu risau
jika nanti bersama malah menjadi luka. Janganlah kebersamaan menjadi begitu
terasa asing karena tak pernah menemukan titik yang sangat bersih dari jauh dan
dari segala konflik yang kadang tak mengenal kisah-kisah dibalik penantian
penuh kepastian. Aku ingin saatnya nanti semua dapat membuka mata dan hatinya
lebih dalam dan lebih mudah menerima segala kenyataan yang telah tersemai di
alam ini, hingga nanti akan menjadi satu, menjadi nyata dan satu, dan nyata.
dari sebuah lagu
milik Pure Saturday
SAATNYA NANTI.
18 Mei 2012
Apakah Aku Jengkel ??
mmm…kira-kira saya harus mulai dari mana dulu ya, yaa
dari mana saja lah, karena setiap dapat rejeki datangnya pun selalu dari arah
yang tidak di duga-duga,,hehe,,,jadi sebenarnya saya seringkali ngerasa aneh
aja sama pikiran dan kemauan beberapa orang yang terkadang membuat sedikit
banyak saya juga menjadi ikut-ikutan heran, kenapa mereka-mereka itu seperti
tidak mempunyai inisiatif atau solusi bagi dirinya sendiri? Atau kenapa sih
orang itu tidak punya perasaan banget ketika saya tidak ingin di ganggu? (iya
saya juga tau, orang itu mana tau saya sedang tidak ingin diganggu) dan kadang
kenapa sih selalu saja saya menemukan orang-orang yang sok ahli dalam segala
hal? Dan masih banyak lainnya,,ah entahlah, yang pasti begitu banyak hal-hal
yang mengganggu.
Belum lama ini ketika saya berada di sebuah pasar loak,
dan hendak pulang tapi sebelumnya menuju tempat parkir dimana motor saya di
parkirkan, nah ketika sedang membuka kunci stang motor dari arah pinggir
terdengar teriakan “eh mas ocke…mas ocke tungguin..aku nebeng dong” ternyata
teman kerja saya dulu, seorang mas mas yang berjalan agak gemulai,
aarrrrggghh!! saat itu saya benar-benar BETE! Dengan kehadirannya yang tidak
diinginkan itu…bayangkan saja itu adalah ciri orang yang tidak punya pengertian
dan solusi bagi dirinya sendiri! Kenapa saya katakan seperti itu? Ya karena
teman saya itu tidak mengerti kalau saya sedang tidak ingin membonceng
siapa-siapa, ditambah lagi kalaupun membonceng saya hanya membawa helm satu,
yaitu yang saya pakai, dan selanjutnya dia tidak punya solusi, coba pikir saja
sudah tau saya tidak bawa dua helm tapi masih saja dia pengen ikut, padahal kan
di tempat parkir itu banyak orang yang mau pulang juga, banyak juga yang bawa
helm dua, kenapa dia tidak ikut sama orang yang bawa dua helm saja? Padahal
kalau dia bersungguh-sungguh ingin naik motor kan bisa bilang baik-baik sama
orang lain, saya yakin dia pasti akan kesulitan mendapat tumpangan…sungguh
terlalu!!
Dan satu lagi kenapa di dunia ini begitu banyak
orang-orang yang sok tau?! Sehingga kalau ngobrol saya sering banyak tidak
taunya (ga tau juga sih apakah sayanya yang bodoh atau orangnya yang terlalu
ngarang sehingga terlihat seperti pintar) yang pasti saya kurang suka sama
orang yang banyak omong, saya pernah dengar sebuah kata-kata bijak yang
berbunyi seperti ini “orang yang terlalu banyak bicara itu lebih banyak
memperlihatkan kelemahannya” entahlah yang pasti saya pernah mendengar
kata-kata itu hanya lupa lagi dimana dan jam berapa. Seperti seorang teman saya
ketika ngobrol tentang suatu hal dia sering menyerobot obrolan dan mengeluarkan
analisis-analisis ilmiahnya, contohnya ketika ngobrolin film eh belum juga
beres dia langsung nyerobot memberikan segudang referensi film-film yang harus
ditonton oleh kita-kita, sumpah sekalipun saya setuju dengan rekomendasinya
saya tidak akan pernah nonton! Belum lagi dia itu sepertinya sudah khatam
nama-nama aktor dan aktris, saya sampai berpikir kasian banget nih orang
kayanya dia siang malam ngapalin para aktor dan aktris film lengkap dengan apa
yang diperankannya di tiap film…itulah TOTALITAS, tapi satu yang saya sayangkan
dari teman saya itu, dia terlalu cupu untuk menjadi seorang aktivis film, gak
pantes banget lah pokoknya, maap ya itu kenyataan berdasarkan polling lho…hehe…lebih
baik dia itu jadi ensiklopedia berjalan karena siapa tau ketika teman-temannya
termasuk juga saya membutuhkan pengetahuan tentang sesuatu bisa langsung
bertanya, lumayan kan kalau pas lagi jauh bisa di sms jadi ga perlu jauh-jauh
datang ke perpustakaan…jadi lebih baik kalau jadi orang itu jangan banyak omong
jangan merepotkan diri sendiri…ok sekian dan terima kasih…
Bandung,
Di Rumah
Menjelang tengah malam di kamis malam a.k.a malam jum’at
dan hujan gerimis.
24 April 2012
Kenpa Begini Kenapa Begitu??
hari ini saya memergoki beberapa kejadian yang bisa di bilang sabagian menyebalkan, sebagian bikin jijik, dan sebagian bikin aneh, apa itu?
urutannya sih yang pertama saya melihat sesuatu yang aneh, tapi entah aneh atau tidak, di sebuah gedung yang kokoh dan baru saja dibangun, ditengah siang bolong tiba-tiba saja salah kaca yang berukuran besar disalah satu sudut gedung itu retak-retak dan berbunyi "kretek-kretek" seperti hendak mau hancuk berkeping-keping seperti seseorang yang sedang patah hati lalu hancur berkeping-keping, jelas orang-orang yang dekat dengan kaca itu ketakutan, dan merasa ngeri apalagi yang perempuan, tapi beruntung dan juga syukur setelah saya perhatikan agak lama kaca gedung itu tidak hancur atau pecah, kalau saya analisis mungkin massa sebuah kaca itu masih bisa membendung panasnya terik matahari yang diprediksi setara dengan berjuta-juta watt lampu neon, dan sisi positifnya adalah : KACA ITU TIDAK PECAH sodara-sodara.
dan yang kedua adalah mungkin menyebalkan, jadi ketika saya parkir di sebuah toko, dan kebetulan saat itu tempat parkiran tidak terlalu penuh, sehingga menyebabkan jarak antara motor dengan motor agak berjauhan, lalu si tukang parkir tanpa ragu-ragu memindahka satu persatu motor begitu pula dengan motor saya yang dia pindahkan, maksudnya sih baik untuk merapihkan tempat parkiran, tapi caranya dia memindahkan motor itu sangat tidak berperikomotoran! main gusur sana gusur sini, putar sana putar sini..tapi sisi positifnya : MOTOR SAYA TIDAK CACAT/ TERGORES APAPUN,,keren sekali tukang parkir itu..salut!!
lalu hal yang terakhir ini yang menjadi kelas berat, langsung saja saya ceritakan,,GILA!! di saat nikmat-nikmatnya makan siang, ketika suapan terakhir di bawah tumpukan lauk ada makhluk yang sangat menggelikan! BELATUNG!! EDAANN!! kaget bukan kepalang, selera makan langsung hilang, dan untungnya sebagian makan di piring pun sudah hilang...ke perut :p melihat makhluk tengil itu ada di sebuah piring, makan siang terasa medapat sambaran petir disiang bolong! saya inginnya mengadukan hal itu tapi saya tahan dan entah akan makan ditempat itu lagi atau tidak, itu akan saya pikirkan dan tempat makan itu akan selalu menjadi mimpi buruk! tapi apapun binatangnya yang penting BELATUNG ITU TIDAK MASUK KE PERUT SAYA! terima kasih Yaa Allah! Alhamdulillah, kenyang sekali :)
urutannya sih yang pertama saya melihat sesuatu yang aneh, tapi entah aneh atau tidak, di sebuah gedung yang kokoh dan baru saja dibangun, ditengah siang bolong tiba-tiba saja salah kaca yang berukuran besar disalah satu sudut gedung itu retak-retak dan berbunyi "kretek-kretek" seperti hendak mau hancuk berkeping-keping seperti seseorang yang sedang patah hati lalu hancur berkeping-keping, jelas orang-orang yang dekat dengan kaca itu ketakutan, dan merasa ngeri apalagi yang perempuan, tapi beruntung dan juga syukur setelah saya perhatikan agak lama kaca gedung itu tidak hancur atau pecah, kalau saya analisis mungkin massa sebuah kaca itu masih bisa membendung panasnya terik matahari yang diprediksi setara dengan berjuta-juta watt lampu neon, dan sisi positifnya adalah : KACA ITU TIDAK PECAH sodara-sodara.
dan yang kedua adalah mungkin menyebalkan, jadi ketika saya parkir di sebuah toko, dan kebetulan saat itu tempat parkiran tidak terlalu penuh, sehingga menyebabkan jarak antara motor dengan motor agak berjauhan, lalu si tukang parkir tanpa ragu-ragu memindahka satu persatu motor begitu pula dengan motor saya yang dia pindahkan, maksudnya sih baik untuk merapihkan tempat parkiran, tapi caranya dia memindahkan motor itu sangat tidak berperikomotoran! main gusur sana gusur sini, putar sana putar sini..tapi sisi positifnya : MOTOR SAYA TIDAK CACAT/ TERGORES APAPUN,,keren sekali tukang parkir itu..salut!!
lalu hal yang terakhir ini yang menjadi kelas berat, langsung saja saya ceritakan,,GILA!! di saat nikmat-nikmatnya makan siang, ketika suapan terakhir di bawah tumpukan lauk ada makhluk yang sangat menggelikan! BELATUNG!! EDAANN!! kaget bukan kepalang, selera makan langsung hilang, dan untungnya sebagian makan di piring pun sudah hilang...ke perut :p melihat makhluk tengil itu ada di sebuah piring, makan siang terasa medapat sambaran petir disiang bolong! saya inginnya mengadukan hal itu tapi saya tahan dan entah akan makan ditempat itu lagi atau tidak, itu akan saya pikirkan dan tempat makan itu akan selalu menjadi mimpi buruk! tapi apapun binatangnya yang penting BELATUNG ITU TIDAK MASUK KE PERUT SAYA! terima kasih Yaa Allah! Alhamdulillah, kenyang sekali :)
11 April 2012
DISANA
Keinginan selalu
saja menjadi samar, satu sama lainnya pasti akan berbeda dan mencari sesuatu
tentunya tidaklah mudah. Namun pikiranku takkan pernah mengalah hingga
benar-benar terwujud, apa yang dicari pastilah sangat berarti. Adalah dengan
berlari jika ingin terlewati dan berjalan perlahan adalah benar-benar aku
nikmati. Jikalau kegagalan yang aku dapatkan aku tidak akan pernah mengurung
diri, menangis tersedu-sedu dan meratapi kegagalan di pojokkan ruang penuh
tulisan berupa isyarat tak pernah terpecahkan. Walau disini penuh tanda tanya
namun akan terus aku coba untuk meraih apa yang menjadi suatu keinginan baik di
sana atau di masa yang akan datang, sehingga aku perlu lebih banyak lagi
mendengar segala bisikan .
Ingin rasanya
kusandarkan tubuh ini pada dahan-dahan pohon yang daun-daunnya menengadah
memelas meminta hujan turun dengan segera, dan pikiranku saat ini mungkin sama,
tak ada yang bisa aku katakan lagi semuanya tampak diam, setiap mata hanya
menatap kosong tanpa celah untuk sedikit cahaya. Batinku berperang ingin
melawan tubuh yang terdiam melamunkan hembusan-hembusan angin yang sudah tak terasa
perlintasannya. Mungkin pilihannya kepala menjadi terasa pusing atau melamun
saja, karena dalam lamunan aku bisa saja menjadi apa yang aku inginkan, seperti
halnya seseorang yang perkasa lalu mengaku-ngaku bisa menaklukan segala aroma
dunia. Tapi dalam rasa nyata tidaklah mudah, oleh karena nyata aku bisa meraba,
terasa hingga ujung jari, sekiranya semua menjadi milikku mungkin aku tak akan
pernah menginginkan apa-apa lagi. Namun sebelum matahari terbenam aku lebih
dulu menyadarinya bahwa betapa segala apa yang kita inginkan itu tidaklah
mudah.
Pekatnya hitam dalam
dinginnya malam kadang kala membawa kita pada buaian mimpi-mimpi yang terkadang
tidak bisa dibedakan manakah itu yang tampak seperti nyata dan mana yang
benar-benar semu, namun sesekali menjadi penghibur dikala kita tertidur. Siang
sudah pasti kita memperjuangkan apa yang kita ingin jadikan sandaran,
setidaknya untuk membahagiakan diri kita sendiri, dan itu lebih baik jika
dibandingkan dengan terus menerawang entah sampai kemana, seperti dunia yang
tak mempunyai ujung. Malam pun demikian, kita masih saja dihadapakan pada
sisa-sisa yang diperjuangkan pada siang hari, kecemasan akan esok hari yang
penuh teka-teki menjadi semacam petualangan fantasi menggambarkan dunia di
hari-hari mendatang, dan tidur terlelap menjadi peredam segala ketakutan kita
akan masa depan. Terlelaplah karena bulan tetap menerangi mimpi kita.
Keinginan ketika
dipertemukan dengan sebuah bayangan tentang keindahan yang terjadi adalah
keindahan itu ingin benar-benar menjadi nyata dan tidak berubah sedikitpun dari
bentuk yang sebenarnya. Tapi nyatanya adalah yang kau terima rasa kecewa, dan
jika menerima makan akan menambah luka, lalu jika menolak tetaplah tidak kuasa.
Memeluk sebuah masa yang indah hanyalah akan terpaku pada waktu, ketika kau
raih hanyalah mimpi-mimpi yang begitu samar dan tanpa arah, dan benar-benar
membuat semuanya begitu berat. Kaki yang begitu berat untuk kau langkahkan
untuk sementara tidak berubah hingga waktu yang sulit untuk ditentukan.
Jika tanganmu tak
lagi mampu menggenggam cobalah untuk tak pernah berhenti berpikir agar dapat
suatu saat menemukan sesuatu yang bisa kau rasakan. Tapi berpikir pun sangat
membutuhkan waktu, dan saat melewatinya segala kemungkinan bisa saja muncul
kekecewaan atau kebahagiaan yang kapan saja bisa melintasi mata hati dan
pikiran, lalu ketika jatuh pada satu ketentuan yang tidak mutlak, yaitu meraih
mimpi-mimpi yang samar, maka ada yang tidak berubah untuk sesaat – kaki yang
begitu berat untuk melangkah.
Kaki yang mulai
terasa berat dan seperti entah akan kemana, itu berarti aku diam dan tidak
peduli pada segala rencana yang telah tersusun rapih dalam rak-rak yang ada
dalam otak, dan jika seandainya aku harus diam itu bukan berarti aku harus
memelas dan meminta pada sebuah jelaga usang yang telah memberikan pesonanya
pada ratusan atau bahkan mungkin ribuan pemohon stempel kebahagiaan, yang
sampai kebahagiaan semu itu singgah menetap pada rongga-rongga tubuh yang
begitu sangat membutuhkannya. Namun kekhawatiran akan selalu ada ketika apa
yang kulihat semuanya seakan berharap, berharap kau membawa sebuah dunia, dunia
yang kau ambil dan simpan sepenuh hati disana, ditempat yang entah dimana? Dan
semua itu yang dapat mengetahuinya adalah penggalan-penggalan alam bawah sadar
yang masih menyimpan sedikit cadangan kebahagiaan dan sudah pasti belum tentu
membuat alam pikiran menjadi sunyi senyap. Kemudian saat segala damai kuraih
dengan susah payah, maka hening pun segera hilang.
Apa yang bisa
kusaksikan di alam yang begitu luas ini adalah seperti sudut-sudut yang
menyimpan sesuatu, entahlah karya apa yang tersimpan disana, aku harap sesuatu
yang indah seperti siang malam tak pernah lelah menebar cerita tak ada
habisnya, sekalipun di terabas angin kencang. Lebih dalam lagi aku harus dapat
menikmati sekeliling ruang tak bertepi, menikmati tanpa ucapan karenanya hanya
mataku saja yang berbicara selepas diundang oleh kenyataan yang penuh tanda
tanya. Aku terpaksa tidak boleh menyerah dan ijinkan agar aku tetap berdiri
disana, agar aku dapat lebih menajamkan pandanganku menelisik setiap sudut
semampuku agar dapat kulihat apa yang sebenarnya ada dibalik kenyataan dan
nalar, bahwa jika benar-benar belum bisa kudapatkan maka pikiran ini tak akan
terpejam.
Harapan yang begitu
kecil ini terlalu sia-sia jika terus menerus dipendam dan lantas terbenam.
Sekiranya mampu untuk kubawa maka akan kubawa hingga bersinar dan mengalahkan
langit muram penuh tanpa batas-batas yang sulit untuk menjadi cerah. Aku tak
mungkin sendiri menghadapi ketidak teraturan penggalan cerita-cerita masa
silam. Dan mungkin lebih baik kau yang bersedia membawa harapan pada dunia lalu
ceritakan apa adanyasaja, karena semua kenangan sudah tersimpan jauh disana,
maka harus aku biarkan agar tetap terang, tetap bersinar jauh disana.
dari lagu Pure Saturday, dengan judul yang sama.
11 Maret 2012
SABAR
Ketika
hidup begitu banyak dengan pekerjaan yang harus diselesaikan, tiba-tiba saja
seorang teman berbicara tentang kesabaran, menurut saya ada sedikit
relevansinya antara pekerjaan dan kalimat sabar, ya jika dihubung-hubungkan
sabar sangatlah bisa diterapkan ketika menyelasaikan suatu pekerjaan terlebih
lagi jika pekerjaan itu berat, begitu pula sebaliknya ketika menerima begitu
banyak pekerjaan kita setidaknya harus sabar. Okey mungkin itu bisa menolong
dalam hal pekerjaan, tapi ketika kita mengikat sebuah kesabaran dalam diri kita
dan pekerjaan yang menghampiri kita benar-benar tidak karuan dan begitu
menyiksa hingga ketika pekerjaan itu tidak kunjung usai lantas menuai cibiran
dari orang-orang yang so benar dan so hardworker,
terutama atasan yang selalu sinis dan selalu mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan
yang terkesan arogan namun terkadang memperlihatkan kebodohannya, apakah lantas
harus diam? Setidaknya harus ada sedikit pembelaan dan counter namun lagi-lagi hal
itu harus dengan kesabaran…hmmmm.
Walaupun
hanya sekelas sebuah perusahaan, tapi cara kerja dan sistem yang ada didalamnya terkadang memang
menyebalkan. Ditempat saya kerja mungkin saya bisa jadi dianggap sebagai orang
atau karyawan yang sangat menyebalkan atau mungkin menjadi bahan pembicaraan
terselubung oleh karyawan lainnya, tentunya dan sudah pasti kebanyakan pembicaraannya
sangatlah negatif, tapi paduli teuing!! Dan
itu lagi-lagi saya harus sabar. Saya sama sekali tidak peduli jika saja apa
yang saya sangkakan karyawan lain salah dan melenceng seperti tendangan penalti
David Beckham, namun saya yakin ada satu titik dimana itu memang benar adanya. Bahkan
saya pun tidak jarang berpikir apa yang para atasan pikirkan ketika kebetulan
berpapasan dengan saya atau sengaja memperhatikan saya, mau itu pandangan
positif atau negatif sekali lagi paduli
teuing!!. Kalau seandainya saya salah, tidak suka atau memang bodoh
tegurlah langsung dihadapan muka saya, takut? Tidak, atasan pun MANUSIA!
Ada
satu hal yang begitu lucu namun memuakkan, seringkali saya melihat ketika
seorang karyawan yang kebetulan bertemu dengan atasannya dimanapun itu, mereka
lantas “berhormat-hormat” dengan memberikan senyuman-senyuman yang sepertinya
tulus namun saya berpikir itu senyuman sedikit palsu, karena bisa jadi dalam
hati mereka menggerutu, ya alasannya macam-macam, gaji belum naik-naik lah, gak
pernah dapat bonus lah, dan lah lah yang lainnya, sungguh lucu kan mereka bisa
mempunyai senyum yang begitu palsu. Saya juga meyakini sebenarnya dari sebagian
karyawan yang ada ditempat saya kerja mereka hanya menjalankannya dengan
keterpaksaan dan jarang sekali yang sepenuh hati dalam menyelesaikan segala
pekerjaannya, tapi lagi-lagi harus ekstra sabar, dan mungkin juga terpaksa
mensyukurinya karena jika sampai kehilangan pekerjaannya maka mereka menganggap
dunia sudah benar-benar kiamat, terlebih lagi ketakutannya yang paling kelam
dan galau adalah anak istrinya suatu waktu akan sangat merindukan ingin bertemu
nasi putih hangat dan ayam goreng.
Ada
baiknya sabar itu dilakukan secara proporsional sesuai pada tempatnya seperti
halnya marah, artinya ketika tekanan dalam pekerjaan terutama hubungan antara
atasan dan karyawan yang begitu edan,
maka sabar itu sejenak bisa saja diabaikan, karena sebenarnya ketika hendak
melawan dan membantah pun sabar itu diperlukan kata orang-orang yang terkadang
menjadi so bijaksana padahal kesehariannya hanya bertengkar dengan istrinya
(apakah orang seperti itu bisa dikatakan sabar? Capee dweehh). Tapi saya tidak akan lebih jauh mengintervensi tentang
wilayah permasalahan orang lain, apalagi masalah pribadi. Takutnya jika saya
umbar nanti malah ada yang tersinggung dan kehilangan kesabarannya.
Dibalik
itu juga ternyata dinegara kita juga sudah terbukti bahwa kerusuhan dan
kekerasan sudah menjadi trend tersendiri, tapi ah biarlah mungkin mereka-mereka
itu sudah sampai pada batas kesadarannya, seperti kata-kata yang selalu saya
dengar ketika orang mulai marah
“dengar
ya! Sabar pun ada batasnya!!”
Akhirnya
saya pun tidak mengerti, dari pada semua orang mulai kehabisan kesabarannya ada
baiknya saya mengikuti saran dari Ebiet G. Ade agar bertanya saja pada rumput
yang bergoyang. Sekian…
04 Maret 2012
FRIDAY I’M IN FRIDAY
Setiap hari Jum’at adalah hari dimana
saya dikantor merasa seragam dengan karyawan yang lainnya, karena baju yang
saya kenakan adalah batik, yang katanya kebanggaan negara ini, tapi saya malu
para koruptor pun memakai batik, walaupun karyawan yang satu dengan lainnya
sama sekali tidak seragam corak dan merk-nya namun hal itu saya anggap seragam.
Dalam hati kecil saya sebenarnya tidak mau memakai batik dihari-hari biasa
karena bagi saya batik adalah pakaian yang cukup pantas dipakai ke sebuah
resepsi pernikahan walaupun sebenarnya tidak ada aturan yang mewajibkan datang
ke sebuah resepsi pernikahan ataupun pesta pora lainnya harus memakai batik, tapi
ya sudahlah toh batik yang saya punya semuanya pemberian dari orang tua dan
beberapa orang teman.
Dan ternyata hari jum’at kali ini
saya datang ke kantor lebih cepat dari biasanya, entah kenapa padahal saya
menjalankan motor dari rumah menuju kantor dalam kecepatan yang santai-santai
saja dan tidak terlintas sedikit pun dibenak saya untuk kebut-kebutan apalagi
menjalankannya dengan aksi zig-zag meskipun tidak macet ala pengendara motor
yang serasa menjadi Rossi dengan super legeg-nya
(belagu) seperti belagunya Jose Mourinho, dan saya terkadang merasa kasihan
jika melihat mereka-mereka yang selalu kebut-kebutan, saya berpikir mungkin
orang yang ngebut itu mempunyai hasrat dan keinginan yang besar untuk menjadi
pembalap namun tidak kesampaian dan yang lebih sialnya tidak di dukung oleh
orang tuanya, ya jadinya begitu. Balik lagi ke waktu kedatangan saya kekantor
yang rasa-rasanya kian hari kian lebih cepat, ada gejala apa sebenarnya ini?
Apakah saya mulai menjadi loyal terhadap tempat saya kerja? Tidak tidak,saya
tidak ingin terlalu loyal apalagi untuk cari muka dan menjadi penjilat! Sungguh
muak jika melihat orang-orang yang seperti itu apalagi kebanyakan sudah berumur
tua, edan. Mereka itu bukan ingin dilihat bagus dan teladan oleh atasannya,
tapi mereka itu justru sangat takut akan kehilangan pekerjaan! Makanya dengan
sekuat tenaga dan dengan cara apapun untuk mempertahankan posisinya, tentunya
agar gaji terus mengalir tiap bulan.
Karena teman kerja yang seruangan
dengan saya belum pada datang, akhirnya saya isi waktu kesendirian ini untuk
sejenak berhubungan dengan dunia maya, tapi ternyata berita-berita di dunia
maya pun (khususnya berita dalam negeri) sama membosankannya dengan berita di
televisi, dan bodohnya kenapa saya masih sempat menonton televisi! Namun
akhirnya situs jejaring sosial menjadi situs utama dan (mungkin) satu-satunya
situs yang cukup menghibur untuk sekedar membual dan ber-lebay-lebayan, juga
tidak lupa saya aktifkan pula yahoo messenger, sedikit bocoran akhir-akhir ini
orang yang bisa dibilang spesial dan istimewa dalam hidup saya mulai sering mengaktifkan
YM-nya dan tentu saja obrolan saya dengannya dari hati ke hati,prikitiiwww!!
Jadi saya tidak akan berpanjang lebar mengenai hal itu, dan jika mengutip
ucapan seorang selebritis.
“biarlah itu semua menjadi urusan
saya pribadi dan tidak dikonsumsi oleh publik” menurut saya ini adalah sebuah
pernyataan yang sungguh lucu, karena apakah semua masyarakat mau mengkonsumsi
berita priadi seseorang? Sungguh membuang-buang waktu, justru masyarakat saat
ini lebih tertuju dan mungkin muak dengan berita rencana kenaikan BBM,
sementara pendapatan tak kungjung mengalami perbaikan, ya sudahlah mau
bagaimana lagi keadaan sudah semakin memburuk lagipula saya juga bukan seorang
pahlawan yang bisa menolong seluruh rakyat di negara ini, saya juga hanya
seorang manusia seperti kebanyakan yang selalu terus berusaha dan berjuang
dalam hidup ini hingga benar-benar langit yang cerah menjadi lebih berkuasa
atas awan-awan yang mendung.
Tidak terasa waktu jum’atan sudah
tiba dan saya sedikit kesiangan karena keasyikan YM-an, lalu saya akhrinya
memilih masjid yang tidak jauh dari tempat saya kerja, walaupun tidak terlalu
besar tapi beruntung saya masih dapat tempat yang cukup nyaman dan terhindar
dari panas karena di pelataran masjid itu dipasang sebuah canopy yang cukup
membuat teduh, tidak lama saat duduk bersila tidak disangka bertemu dengan
seorang teman lama yang baru saja datang dengan wajah yang masih basah oleh air
wudhu, karena ia pun melihat keberadaan saya, maka dia pun duduk disebelah
saya, dan di masjid itu yang berbicara bukan hanya khotib tapi juga saya dan
teman. Pembicaraannya pun menurut saya adalah sesuatu yang menurut saya sudah
usang dan tidak pernah ada ujungnya, yaitu masalah pekerjaan, kemudian Mr. D
yang memulai pembicaraan.
“kumaha maneh betah keneh digawe
teh?’’ (gimana kamu masih betah kerja?).
Saya hanya tersenyum mendengar
pertanyaannya itu, lalu tidak lama saya jawab dengan sedikit tidak serius.
“teuing atuh, urang mah sadipecatna
weh” (gak tau, saya nunggu sampai dipecat saja.”) saya dan Mr. D pun terkekeh
ringan, karena kalau keras-keras malu sama pak haji yang sudah lama
memperhatikan tingkah kami.
“enya bener urang ge, da sarua geus
kolot geus hoream neangan gawe deui, heueuh?” (iya betul saya juga, sama sudah
pada tua sudah males nyari kerja lagi, betul?”) dan seterusnya Mr. D itu
menceritakan suka duka ditempat kerjanya yang baru, yang sedikit aneh baru saja
beberapa bulan Mr. D bekerja, ia malah sempat kepikiran untuk segera resign,
dalam hati saya pasti ada yang salah dengan tempat kerja Mr. D hingga ia memutuskan
untuk resign secepat itu, lalu ia pun memberikan alasannya yang cukup klasik,
Mr. D sudah merasa jengah ketika harus menuruti semua kemauan atasannya alias
disuruh-suruh, tapi saya pun mengingatkannya bahwa yang namanya kerja itu
pilihannya harus mau disuruh-suruh atau resign jika ingin benar-benar terbebas
dari segala tekanan batin, tapi menurut saya resign setidaknya lebih baik
daripada tiap hari datang ke tempat kerja dan tiap hari pula di tempat kerja
itu mengeluh dan menggerutu.
Tidak terasa akhrinya obrolan kami
pun selesai dengan ujung pembicaraan yang sungguh tidak jelas penutupnya dan
bersamaan pula dengan berakhirnya ceramah jum’at. Saya dan mungkin juga Mr. D
berharap setelah jum’atan mendapatkan sesuatu yang setidaknya lebih baik, ya
apapun itu, setidaknya harapan untuk tidak melewati kehidupan ini dengan
sia-sia, penuh dengan bullshit dan
segala kemunafikan. Akhirnya saya dan Mr. D berpisah di pintu gerban masjid dan
saling berpesan untuk tetap saling kontak mungkin setidaknya agar mengetahui
apakah impian saya sudah benar-benar tercapai.
Langganan:
Postingan (Atom)
