hari ini saya memergoki beberapa kejadian yang bisa di bilang sabagian menyebalkan, sebagian bikin jijik, dan sebagian bikin aneh, apa itu?
urutannya sih yang pertama saya melihat sesuatu yang aneh, tapi entah aneh atau tidak, di sebuah gedung yang kokoh dan baru saja dibangun, ditengah siang bolong tiba-tiba saja salah kaca yang berukuran besar disalah satu sudut gedung itu retak-retak dan berbunyi "kretek-kretek" seperti hendak mau hancuk berkeping-keping seperti seseorang yang sedang patah hati lalu hancur berkeping-keping, jelas orang-orang yang dekat dengan kaca itu ketakutan, dan merasa ngeri apalagi yang perempuan, tapi beruntung dan juga syukur setelah saya perhatikan agak lama kaca gedung itu tidak hancur atau pecah, kalau saya analisis mungkin massa sebuah kaca itu masih bisa membendung panasnya terik matahari yang diprediksi setara dengan berjuta-juta watt lampu neon, dan sisi positifnya adalah : KACA ITU TIDAK PECAH sodara-sodara.
dan yang kedua adalah mungkin menyebalkan, jadi ketika saya parkir di sebuah toko, dan kebetulan saat itu tempat parkiran tidak terlalu penuh, sehingga menyebabkan jarak antara motor dengan motor agak berjauhan, lalu si tukang parkir tanpa ragu-ragu memindahka satu persatu motor begitu pula dengan motor saya yang dia pindahkan, maksudnya sih baik untuk merapihkan tempat parkiran, tapi caranya dia memindahkan motor itu sangat tidak berperikomotoran! main gusur sana gusur sini, putar sana putar sini..tapi sisi positifnya : MOTOR SAYA TIDAK CACAT/ TERGORES APAPUN,,keren sekali tukang parkir itu..salut!!
lalu hal yang terakhir ini yang menjadi kelas berat, langsung saja saya ceritakan,,GILA!! di saat nikmat-nikmatnya makan siang, ketika suapan terakhir di bawah tumpukan lauk ada makhluk yang sangat menggelikan! BELATUNG!! EDAANN!! kaget bukan kepalang, selera makan langsung hilang, dan untungnya sebagian makan di piring pun sudah hilang...ke perut :p melihat makhluk tengil itu ada di sebuah piring, makan siang terasa medapat sambaran petir disiang bolong! saya inginnya mengadukan hal itu tapi saya tahan dan entah akan makan ditempat itu lagi atau tidak, itu akan saya pikirkan dan tempat makan itu akan selalu menjadi mimpi buruk! tapi apapun binatangnya yang penting BELATUNG ITU TIDAK MASUK KE PERUT SAYA! terima kasih Yaa Allah! Alhamdulillah, kenyang sekali :)
24 April 2012
11 April 2012
DISANA
Keinginan selalu
saja menjadi samar, satu sama lainnya pasti akan berbeda dan mencari sesuatu
tentunya tidaklah mudah. Namun pikiranku takkan pernah mengalah hingga
benar-benar terwujud, apa yang dicari pastilah sangat berarti. Adalah dengan
berlari jika ingin terlewati dan berjalan perlahan adalah benar-benar aku
nikmati. Jikalau kegagalan yang aku dapatkan aku tidak akan pernah mengurung
diri, menangis tersedu-sedu dan meratapi kegagalan di pojokkan ruang penuh
tulisan berupa isyarat tak pernah terpecahkan. Walau disini penuh tanda tanya
namun akan terus aku coba untuk meraih apa yang menjadi suatu keinginan baik di
sana atau di masa yang akan datang, sehingga aku perlu lebih banyak lagi
mendengar segala bisikan .
Ingin rasanya
kusandarkan tubuh ini pada dahan-dahan pohon yang daun-daunnya menengadah
memelas meminta hujan turun dengan segera, dan pikiranku saat ini mungkin sama,
tak ada yang bisa aku katakan lagi semuanya tampak diam, setiap mata hanya
menatap kosong tanpa celah untuk sedikit cahaya. Batinku berperang ingin
melawan tubuh yang terdiam melamunkan hembusan-hembusan angin yang sudah tak terasa
perlintasannya. Mungkin pilihannya kepala menjadi terasa pusing atau melamun
saja, karena dalam lamunan aku bisa saja menjadi apa yang aku inginkan, seperti
halnya seseorang yang perkasa lalu mengaku-ngaku bisa menaklukan segala aroma
dunia. Tapi dalam rasa nyata tidaklah mudah, oleh karena nyata aku bisa meraba,
terasa hingga ujung jari, sekiranya semua menjadi milikku mungkin aku tak akan
pernah menginginkan apa-apa lagi. Namun sebelum matahari terbenam aku lebih
dulu menyadarinya bahwa betapa segala apa yang kita inginkan itu tidaklah
mudah.
Pekatnya hitam dalam
dinginnya malam kadang kala membawa kita pada buaian mimpi-mimpi yang terkadang
tidak bisa dibedakan manakah itu yang tampak seperti nyata dan mana yang
benar-benar semu, namun sesekali menjadi penghibur dikala kita tertidur. Siang
sudah pasti kita memperjuangkan apa yang kita ingin jadikan sandaran,
setidaknya untuk membahagiakan diri kita sendiri, dan itu lebih baik jika
dibandingkan dengan terus menerawang entah sampai kemana, seperti dunia yang
tak mempunyai ujung. Malam pun demikian, kita masih saja dihadapakan pada
sisa-sisa yang diperjuangkan pada siang hari, kecemasan akan esok hari yang
penuh teka-teki menjadi semacam petualangan fantasi menggambarkan dunia di
hari-hari mendatang, dan tidur terlelap menjadi peredam segala ketakutan kita
akan masa depan. Terlelaplah karena bulan tetap menerangi mimpi kita.
Keinginan ketika
dipertemukan dengan sebuah bayangan tentang keindahan yang terjadi adalah
keindahan itu ingin benar-benar menjadi nyata dan tidak berubah sedikitpun dari
bentuk yang sebenarnya. Tapi nyatanya adalah yang kau terima rasa kecewa, dan
jika menerima makan akan menambah luka, lalu jika menolak tetaplah tidak kuasa.
Memeluk sebuah masa yang indah hanyalah akan terpaku pada waktu, ketika kau
raih hanyalah mimpi-mimpi yang begitu samar dan tanpa arah, dan benar-benar
membuat semuanya begitu berat. Kaki yang begitu berat untuk kau langkahkan
untuk sementara tidak berubah hingga waktu yang sulit untuk ditentukan.
Jika tanganmu tak
lagi mampu menggenggam cobalah untuk tak pernah berhenti berpikir agar dapat
suatu saat menemukan sesuatu yang bisa kau rasakan. Tapi berpikir pun sangat
membutuhkan waktu, dan saat melewatinya segala kemungkinan bisa saja muncul
kekecewaan atau kebahagiaan yang kapan saja bisa melintasi mata hati dan
pikiran, lalu ketika jatuh pada satu ketentuan yang tidak mutlak, yaitu meraih
mimpi-mimpi yang samar, maka ada yang tidak berubah untuk sesaat – kaki yang
begitu berat untuk melangkah.
Kaki yang mulai
terasa berat dan seperti entah akan kemana, itu berarti aku diam dan tidak
peduli pada segala rencana yang telah tersusun rapih dalam rak-rak yang ada
dalam otak, dan jika seandainya aku harus diam itu bukan berarti aku harus
memelas dan meminta pada sebuah jelaga usang yang telah memberikan pesonanya
pada ratusan atau bahkan mungkin ribuan pemohon stempel kebahagiaan, yang
sampai kebahagiaan semu itu singgah menetap pada rongga-rongga tubuh yang
begitu sangat membutuhkannya. Namun kekhawatiran akan selalu ada ketika apa
yang kulihat semuanya seakan berharap, berharap kau membawa sebuah dunia, dunia
yang kau ambil dan simpan sepenuh hati disana, ditempat yang entah dimana? Dan
semua itu yang dapat mengetahuinya adalah penggalan-penggalan alam bawah sadar
yang masih menyimpan sedikit cadangan kebahagiaan dan sudah pasti belum tentu
membuat alam pikiran menjadi sunyi senyap. Kemudian saat segala damai kuraih
dengan susah payah, maka hening pun segera hilang.
Apa yang bisa
kusaksikan di alam yang begitu luas ini adalah seperti sudut-sudut yang
menyimpan sesuatu, entahlah karya apa yang tersimpan disana, aku harap sesuatu
yang indah seperti siang malam tak pernah lelah menebar cerita tak ada
habisnya, sekalipun di terabas angin kencang. Lebih dalam lagi aku harus dapat
menikmati sekeliling ruang tak bertepi, menikmati tanpa ucapan karenanya hanya
mataku saja yang berbicara selepas diundang oleh kenyataan yang penuh tanda
tanya. Aku terpaksa tidak boleh menyerah dan ijinkan agar aku tetap berdiri
disana, agar aku dapat lebih menajamkan pandanganku menelisik setiap sudut
semampuku agar dapat kulihat apa yang sebenarnya ada dibalik kenyataan dan
nalar, bahwa jika benar-benar belum bisa kudapatkan maka pikiran ini tak akan
terpejam.
Harapan yang begitu
kecil ini terlalu sia-sia jika terus menerus dipendam dan lantas terbenam.
Sekiranya mampu untuk kubawa maka akan kubawa hingga bersinar dan mengalahkan
langit muram penuh tanpa batas-batas yang sulit untuk menjadi cerah. Aku tak
mungkin sendiri menghadapi ketidak teraturan penggalan cerita-cerita masa
silam. Dan mungkin lebih baik kau yang bersedia membawa harapan pada dunia lalu
ceritakan apa adanyasaja, karena semua kenangan sudah tersimpan jauh disana,
maka harus aku biarkan agar tetap terang, tetap bersinar jauh disana.
dari lagu Pure Saturday, dengan judul yang sama.
11 Maret 2012
SABAR
Ketika
hidup begitu banyak dengan pekerjaan yang harus diselesaikan, tiba-tiba saja
seorang teman berbicara tentang kesabaran, menurut saya ada sedikit
relevansinya antara pekerjaan dan kalimat sabar, ya jika dihubung-hubungkan
sabar sangatlah bisa diterapkan ketika menyelasaikan suatu pekerjaan terlebih
lagi jika pekerjaan itu berat, begitu pula sebaliknya ketika menerima begitu
banyak pekerjaan kita setidaknya harus sabar. Okey mungkin itu bisa menolong
dalam hal pekerjaan, tapi ketika kita mengikat sebuah kesabaran dalam diri kita
dan pekerjaan yang menghampiri kita benar-benar tidak karuan dan begitu
menyiksa hingga ketika pekerjaan itu tidak kunjung usai lantas menuai cibiran
dari orang-orang yang so benar dan so hardworker,
terutama atasan yang selalu sinis dan selalu mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan
yang terkesan arogan namun terkadang memperlihatkan kebodohannya, apakah lantas
harus diam? Setidaknya harus ada sedikit pembelaan dan counter namun lagi-lagi hal
itu harus dengan kesabaran…hmmmm.
Walaupun
hanya sekelas sebuah perusahaan, tapi cara kerja dan sistem yang ada didalamnya terkadang memang
menyebalkan. Ditempat saya kerja mungkin saya bisa jadi dianggap sebagai orang
atau karyawan yang sangat menyebalkan atau mungkin menjadi bahan pembicaraan
terselubung oleh karyawan lainnya, tentunya dan sudah pasti kebanyakan pembicaraannya
sangatlah negatif, tapi paduli teuing!! Dan
itu lagi-lagi saya harus sabar. Saya sama sekali tidak peduli jika saja apa
yang saya sangkakan karyawan lain salah dan melenceng seperti tendangan penalti
David Beckham, namun saya yakin ada satu titik dimana itu memang benar adanya. Bahkan
saya pun tidak jarang berpikir apa yang para atasan pikirkan ketika kebetulan
berpapasan dengan saya atau sengaja memperhatikan saya, mau itu pandangan
positif atau negatif sekali lagi paduli
teuing!!. Kalau seandainya saya salah, tidak suka atau memang bodoh
tegurlah langsung dihadapan muka saya, takut? Tidak, atasan pun MANUSIA!
Ada
satu hal yang begitu lucu namun memuakkan, seringkali saya melihat ketika
seorang karyawan yang kebetulan bertemu dengan atasannya dimanapun itu, mereka
lantas “berhormat-hormat” dengan memberikan senyuman-senyuman yang sepertinya
tulus namun saya berpikir itu senyuman sedikit palsu, karena bisa jadi dalam
hati mereka menggerutu, ya alasannya macam-macam, gaji belum naik-naik lah, gak
pernah dapat bonus lah, dan lah lah yang lainnya, sungguh lucu kan mereka bisa
mempunyai senyum yang begitu palsu. Saya juga meyakini sebenarnya dari sebagian
karyawan yang ada ditempat saya kerja mereka hanya menjalankannya dengan
keterpaksaan dan jarang sekali yang sepenuh hati dalam menyelesaikan segala
pekerjaannya, tapi lagi-lagi harus ekstra sabar, dan mungkin juga terpaksa
mensyukurinya karena jika sampai kehilangan pekerjaannya maka mereka menganggap
dunia sudah benar-benar kiamat, terlebih lagi ketakutannya yang paling kelam
dan galau adalah anak istrinya suatu waktu akan sangat merindukan ingin bertemu
nasi putih hangat dan ayam goreng.
Ada
baiknya sabar itu dilakukan secara proporsional sesuai pada tempatnya seperti
halnya marah, artinya ketika tekanan dalam pekerjaan terutama hubungan antara
atasan dan karyawan yang begitu edan,
maka sabar itu sejenak bisa saja diabaikan, karena sebenarnya ketika hendak
melawan dan membantah pun sabar itu diperlukan kata orang-orang yang terkadang
menjadi so bijaksana padahal kesehariannya hanya bertengkar dengan istrinya
(apakah orang seperti itu bisa dikatakan sabar? Capee dweehh). Tapi saya tidak akan lebih jauh mengintervensi tentang
wilayah permasalahan orang lain, apalagi masalah pribadi. Takutnya jika saya
umbar nanti malah ada yang tersinggung dan kehilangan kesabarannya.
Dibalik
itu juga ternyata dinegara kita juga sudah terbukti bahwa kerusuhan dan
kekerasan sudah menjadi trend tersendiri, tapi ah biarlah mungkin mereka-mereka
itu sudah sampai pada batas kesadarannya, seperti kata-kata yang selalu saya
dengar ketika orang mulai marah
“dengar
ya! Sabar pun ada batasnya!!”
Akhirnya
saya pun tidak mengerti, dari pada semua orang mulai kehabisan kesabarannya ada
baiknya saya mengikuti saran dari Ebiet G. Ade agar bertanya saja pada rumput
yang bergoyang. Sekian…
04 Maret 2012
FRIDAY I’M IN FRIDAY
Setiap hari Jum’at adalah hari dimana
saya dikantor merasa seragam dengan karyawan yang lainnya, karena baju yang
saya kenakan adalah batik, yang katanya kebanggaan negara ini, tapi saya malu
para koruptor pun memakai batik, walaupun karyawan yang satu dengan lainnya
sama sekali tidak seragam corak dan merk-nya namun hal itu saya anggap seragam.
Dalam hati kecil saya sebenarnya tidak mau memakai batik dihari-hari biasa
karena bagi saya batik adalah pakaian yang cukup pantas dipakai ke sebuah
resepsi pernikahan walaupun sebenarnya tidak ada aturan yang mewajibkan datang
ke sebuah resepsi pernikahan ataupun pesta pora lainnya harus memakai batik, tapi
ya sudahlah toh batik yang saya punya semuanya pemberian dari orang tua dan
beberapa orang teman.
Dan ternyata hari jum’at kali ini
saya datang ke kantor lebih cepat dari biasanya, entah kenapa padahal saya
menjalankan motor dari rumah menuju kantor dalam kecepatan yang santai-santai
saja dan tidak terlintas sedikit pun dibenak saya untuk kebut-kebutan apalagi
menjalankannya dengan aksi zig-zag meskipun tidak macet ala pengendara motor
yang serasa menjadi Rossi dengan super legeg-nya
(belagu) seperti belagunya Jose Mourinho, dan saya terkadang merasa kasihan
jika melihat mereka-mereka yang selalu kebut-kebutan, saya berpikir mungkin
orang yang ngebut itu mempunyai hasrat dan keinginan yang besar untuk menjadi
pembalap namun tidak kesampaian dan yang lebih sialnya tidak di dukung oleh
orang tuanya, ya jadinya begitu. Balik lagi ke waktu kedatangan saya kekantor
yang rasa-rasanya kian hari kian lebih cepat, ada gejala apa sebenarnya ini?
Apakah saya mulai menjadi loyal terhadap tempat saya kerja? Tidak tidak,saya
tidak ingin terlalu loyal apalagi untuk cari muka dan menjadi penjilat! Sungguh
muak jika melihat orang-orang yang seperti itu apalagi kebanyakan sudah berumur
tua, edan. Mereka itu bukan ingin dilihat bagus dan teladan oleh atasannya,
tapi mereka itu justru sangat takut akan kehilangan pekerjaan! Makanya dengan
sekuat tenaga dan dengan cara apapun untuk mempertahankan posisinya, tentunya
agar gaji terus mengalir tiap bulan.
Karena teman kerja yang seruangan
dengan saya belum pada datang, akhirnya saya isi waktu kesendirian ini untuk
sejenak berhubungan dengan dunia maya, tapi ternyata berita-berita di dunia
maya pun (khususnya berita dalam negeri) sama membosankannya dengan berita di
televisi, dan bodohnya kenapa saya masih sempat menonton televisi! Namun
akhirnya situs jejaring sosial menjadi situs utama dan (mungkin) satu-satunya
situs yang cukup menghibur untuk sekedar membual dan ber-lebay-lebayan, juga
tidak lupa saya aktifkan pula yahoo messenger, sedikit bocoran akhir-akhir ini
orang yang bisa dibilang spesial dan istimewa dalam hidup saya mulai sering mengaktifkan
YM-nya dan tentu saja obrolan saya dengannya dari hati ke hati,prikitiiwww!!
Jadi saya tidak akan berpanjang lebar mengenai hal itu, dan jika mengutip
ucapan seorang selebritis.
“biarlah itu semua menjadi urusan
saya pribadi dan tidak dikonsumsi oleh publik” menurut saya ini adalah sebuah
pernyataan yang sungguh lucu, karena apakah semua masyarakat mau mengkonsumsi
berita priadi seseorang? Sungguh membuang-buang waktu, justru masyarakat saat
ini lebih tertuju dan mungkin muak dengan berita rencana kenaikan BBM,
sementara pendapatan tak kungjung mengalami perbaikan, ya sudahlah mau
bagaimana lagi keadaan sudah semakin memburuk lagipula saya juga bukan seorang
pahlawan yang bisa menolong seluruh rakyat di negara ini, saya juga hanya
seorang manusia seperti kebanyakan yang selalu terus berusaha dan berjuang
dalam hidup ini hingga benar-benar langit yang cerah menjadi lebih berkuasa
atas awan-awan yang mendung.
Tidak terasa waktu jum’atan sudah
tiba dan saya sedikit kesiangan karena keasyikan YM-an, lalu saya akhrinya
memilih masjid yang tidak jauh dari tempat saya kerja, walaupun tidak terlalu
besar tapi beruntung saya masih dapat tempat yang cukup nyaman dan terhindar
dari panas karena di pelataran masjid itu dipasang sebuah canopy yang cukup
membuat teduh, tidak lama saat duduk bersila tidak disangka bertemu dengan
seorang teman lama yang baru saja datang dengan wajah yang masih basah oleh air
wudhu, karena ia pun melihat keberadaan saya, maka dia pun duduk disebelah
saya, dan di masjid itu yang berbicara bukan hanya khotib tapi juga saya dan
teman. Pembicaraannya pun menurut saya adalah sesuatu yang menurut saya sudah
usang dan tidak pernah ada ujungnya, yaitu masalah pekerjaan, kemudian Mr. D
yang memulai pembicaraan.
“kumaha maneh betah keneh digawe
teh?’’ (gimana kamu masih betah kerja?).
Saya hanya tersenyum mendengar
pertanyaannya itu, lalu tidak lama saya jawab dengan sedikit tidak serius.
“teuing atuh, urang mah sadipecatna
weh” (gak tau, saya nunggu sampai dipecat saja.”) saya dan Mr. D pun terkekeh
ringan, karena kalau keras-keras malu sama pak haji yang sudah lama
memperhatikan tingkah kami.
“enya bener urang ge, da sarua geus
kolot geus hoream neangan gawe deui, heueuh?” (iya betul saya juga, sama sudah
pada tua sudah males nyari kerja lagi, betul?”) dan seterusnya Mr. D itu
menceritakan suka duka ditempat kerjanya yang baru, yang sedikit aneh baru saja
beberapa bulan Mr. D bekerja, ia malah sempat kepikiran untuk segera resign,
dalam hati saya pasti ada yang salah dengan tempat kerja Mr. D hingga ia memutuskan
untuk resign secepat itu, lalu ia pun memberikan alasannya yang cukup klasik,
Mr. D sudah merasa jengah ketika harus menuruti semua kemauan atasannya alias
disuruh-suruh, tapi saya pun mengingatkannya bahwa yang namanya kerja itu
pilihannya harus mau disuruh-suruh atau resign jika ingin benar-benar terbebas
dari segala tekanan batin, tapi menurut saya resign setidaknya lebih baik
daripada tiap hari datang ke tempat kerja dan tiap hari pula di tempat kerja
itu mengeluh dan menggerutu.
Tidak terasa akhrinya obrolan kami
pun selesai dengan ujung pembicaraan yang sungguh tidak jelas penutupnya dan
bersamaan pula dengan berakhirnya ceramah jum’at. Saya dan mungkin juga Mr. D
berharap setelah jum’atan mendapatkan sesuatu yang setidaknya lebih baik, ya
apapun itu, setidaknya harapan untuk tidak melewati kehidupan ini dengan
sia-sia, penuh dengan bullshit dan
segala kemunafikan. Akhirnya saya dan Mr. D berpisah di pintu gerban masjid dan
saling berpesan untuk tetap saling kontak mungkin setidaknya agar mengetahui
apakah impian saya sudah benar-benar tercapai.
24 Januari 2012
Klop!!
Setelah beberapa teman bercerita segala hal tentang pernikahan, kemudian saya baru tahu dan menjadi tahu kalau saat memasuki dunia pernikahan terutama menjelang hari H, ada banyak sekali hal-hal yang begitu meribetkan dan membuat ruwet diantara pasangan yang akan menikah, bahkan perasaan yang berubah-ubah pun menjadi sebuah awal permasalah, benarkah begitu menyeramkannya menikah? saya tidak bisa menjawabnya karena saya belum menikah :D tapi disisi lain beberapa teman juga merasa menyesal dengan pernikahannya...."menyesal bukannya nikah dari dulu" (pernyataan yang sudah sangat membosankan dan belum ada gantinya).
Walaupun saya belum menikah, tapi saya mencoba mengutarakan opini (berdasarkan opini beberapa teman yang bisa saya tangkap) dan juga pandangan saya terhadap dunia yang belum pernah saya rasakan ini :D dan tentang sebuah hubungan, atau lebih spesifik lagi hubungan percintaan,,Awww!!. Ok, alasan salah seorang teman dalam sebuah hubungan itu adalah KLOP, yup saya juga setuju-setuju saja dengan alasan klop itu, entahlah mungkin klop dalam segala hal, tapi juga menurut saya klop dalam segala hal bukan berarti sepasang kekasih itu sudah cocok karena bagi saya selamanya orang itu gak pernah ada yang cocok, bayangkan saja kalau semua orang itu cocok, semuanya akan melakukan hal-hal yang sama dan dunia ini menjadi tidak seru! :p, karena seperti slogan dalam sebuah iklan makanan ringan yang menyatakan "life is never flat" yup saya sangat setuju sekali, lebih baik berbeda dari pada harus sama, akhirnya akan menjadi MEMBOSANKAN!! coba kita bayangkan jika sedang menggambar bersama dan diharuskan menggambar objek yang sama persis mirip seperti objeknya,,hmmm mungkin dari teknik bisa saja berbeda tapi tetap saja gambar yang terlihat sama, karena objeknya pun sama, bosan kah? pasti bosan dong, karena saya memaksa kalian untuk bosan, karena secara tidak sadar pun setiap orang punya rasa bosan. seharusnya biar tidak bosan yang cewek menggambar sapi jantan, dan yang cowok menggambar sapi betina, beda kan?
salah seorang teman semasa SMU atau SMA atau SLTA saat itu menjelang pernikahannya yang hanya tinggal hitungan minggu, saya perhatikan banyak sekali masalah dan berbagai unek-unek yang sepertinya sudah menggunung dalam benaknya dan akhirnya ia tumpahkan semuanya, dan lucunya semua keresahannya itu justru ia utarakan pada temannya sendiri bukan pada calon istrinya - ANEH!! akan tetapi bagi saya sih wajar-wajar saja selama itu asik dan membuat teman saya itu merasa plong seperti kacang polong yang hijau dan renyah. Yang pasti klop itu diibaratkan seperti halnya mur dan baut, paku dan palu, juga jin dan jun, ok kan? jin dan jun memang sahabat yang klop, tapi sayang sinetronnya sudah punah. Dan kalau sepasang kekasih bersih-bersih tanpa pamrih dan tidak sedih, tidak saling menagih dan tidak membual dengan berbuih-buih itu saya pikir sudahlah klop, dan yang pasti kalau sudah klop siapapun pasangannya yang penting minumnyaaa....ya gitu deh :D setiap pasangan biasanya saling menuntut ini itu, padahal kalau dipikir-pikir ya untuk apa saling menuntut apalagi kalau tuntutannya itu sampai ke meja persidangan, apa sih yang sebenarnya dituntut? dan saya sudah tahu jawabannya, jadi kalau ada pasangan sedang saling tuntut, mereka sebenarnya hanya menuntut satu saja,,ya semuanya saya kembalikan pada saudara-saudara sebangsa dan setanah air semuanya,bagaimana mengelola sebuah hubungan,,baik hubungan arus pendek dan arus panjang, semoga tidak bermanfaat, karena ternyata segelas kopi lebih bermanfaat daripada acara gosip!!
16 Januari 2012
Personal Zine
beberapa rilisan personal zine tahun kemarin..
sungguh tidak produktif, 1 tahun hanya rilis 3 episode...
tapi tak mengapa, namanya juga senang-senang dahulu, bersenang-senang seterusnya..
02 Desember 2011
Perut Kembung...
Teman 1: "gua teh yah sebenernya masih pengen dapet lebih di dunia ini, tapi belum dapet- dapet,,kunaon atuh nyaa.."
Teman 2 : "dukaa atuuh nyaaa.."
Langganan:
Postingan (Atom)
