28 Juli 2009

PATAH HATI


Patah hati…hmm orang yang merasakan patah hati ini pasti merasakan sakit yang luar biasa di dalam tubuhnya, bayangkan saja patah hati ini jelas berbeda dengan patah tulang atau patah arang, yang patah adalah hati, kalau digambarkan patah hati ini kira-kira seperti yang sering kita lihat digambar-gambar atau stiker anak-anak SMP sebuah hati yang berwarna merah kemudian retak pada bagian tengahnya dan kemudian patah, bukan main sakitnya kan kalau keadaan hati dalam tubuh kita ini seperti yang digambarkan tadi.

Tapi tenang saja, patah hati ini tidak datang dengan begitu saja, ada sebab-sebab yang menyebabkan hati seseorang itu patah, namun penyebab patah hati ini masih menjadi perdebatan banyak kalangan dari pelajar hingga profesor, dari warteg hingga restoran fastfood dan dari office boy hingga direktur utama. Akan tetapi apabila di tarik garis besarnya penyebab patah hati ini terdiri dari dua sebab yaitu dari lahir dan batin.

Secara lahir patah hati ini mungkin disebabkan oleh keadaan-keadaan fisik seperti adanya benturan yang sangat keras pada bagian dada, atau mungkin juga karena memakan makanan yang tajam yang sifatnya dapat merobek-robek organ tubuh kita terutama pada hati. Adapun secara batin patah hati disebabkan lebih kepada tertekannya perasaan hingga tekanan itu semakin keras menekan hati hingga menyebabkan hati itu patah menjadi dua, salah satunya mendengar secara mendadak kata-kata “putus” baik itu putus hubungan kerja, putus cinta, dan putus-putus yang lainnya.

Memulihkan seseorang yang patah hati ini bukan main sulitnya, tidak seperti pada patah tulang dan patah arang, secara medis pun obatnya belum ditemukan oleh dokter menapun, tapi jangan khawatir walaupun belum ada obatnya dalam bentuk tablet, kapsul, serbuk maupun sirup justru orang yang mengalami patah hati itu yang bisa mengobatinya sendiri. Seperti banyak-banyak mengonsumsi sayuran hijau, banyak membaca buku-buku motivasi dan berolah raga dengan teratur pun dapat membantu memulihkan hati yang patah tersebut ditambah dengan do’a. Yakinlah maka lambat laun hati yang patah akan terasa menyatu kembali, kehidupan pun akan kembali normal, hati akan menjadi sehat dan kuat. Jadi lindungilah hati jangan sampai patah untuk yang kedua kalinya. Seperti yang kita dengar pada sebuah lagu “dari pada sakit hati lebih baik gigi ini”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar