24 Juli 2009

SUKA DAN DUKA ; TERHENTI

Entahlah, berpuluh hari yang terlewat itu dinikmati atau tidak.

Tapi yang pasti banyak suka dan duka disana.

Pagi tersenyum, terik panas tersenyum, dan matahari terbenam pun tetap tersenyum.

Pada siapa ? ya pada siapa saja.

Saling memandang hangat dan hati yang merasa bersahabat.

Dalam teriknya panas, menjabat erat satu persatu tangan yang berbeda budaya.

Dan semuanya mulai menyapa.

Dan ketika dunia ini terasa penuh oleh saudara.

Kehangatan itu harus terhenti begitu cepat.

Kenyataan bahwa sakit selalu datang tanpa diduga.

Dan merubah suka menjadi duka.

Berat jika harus melupakan begitu saja pada hamparan taman yang dipenuhi rumput hijau tempat bercengkrama dan menyuarakan canda.

Tapi sakit tetaplah sakit dan penyakit.

Semuanya harus terhenti ditengah jalan.

Mungkin suatu waktu akan kembali ceria.



Jakarta, 2009







Tidak ada komentar:

Posting Komentar