03 September 2009

MEMBANTING TULANG


Di era yang serba cepat dan instan saat ini bagi orang-orang yang sudah terbiasa pabaliut dengan pekerjaannya setiap hari, dituntut harus serba cepat pula dalam mengerjakan setiap pekerjaannya. Pemandangan yang pabaliut ini biasanya terlihat dikantor-kantor swasta bonafit yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan etos kerja yang prima, tidak percaya? Silahkan untuk melamar kerja ke perusahaan-perusahaan swasta ternama. Tapi pembahasannya agak melenceng sedikit, kesibukan yang sangat dan terlalu mementingkan pekerjaan dikantornya merupakan salah satu pemicu pertengkaran dan percekcokan dalam rumah tangga, bahkan bisa berujung pada perceraian (karena seringnya bertengkar), karena salah satu penyebab perceraian adalah adanya perkawinan. Kalau begitu masih mau melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan dengan tingkat kerja yang tinggi? Pasti mau lah kan biar bisa ngredit motor sama blekberi, begitulah kata salah seorang pekerja keras.

Kemudian ada salah satu ungkapan dimana saat kita mendengarnya, pasti kita akan menganggap bahwa itu tidak mungkin bahkan itu merupakan ungkapan yang sama sekali tidak terbukti kebenarannya alias bohong. Contoh kecil saja, ada seorang istri marah-marah pada suaminya sendiri kalau suaminya itu sudah tidak punya lagi waktu untuk keluarganya terutama untuk anak-anaknya yang dilahirkan oleh sang istri, karena semua waktunya telah disita ditempat kerja. Ketika pergi ke kantor anak-anaknya masih tidur, lalu saat pulang kerumah anak-anaknya itu sudah tidur terlelp, karena jarang bertemu dengan sang ayah dan merasakan rindu yang begitu dalam tidak jarang salah satu anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar ketika tidur selalu mengigau memanggil-manggil kepala sekolahnya. Kemudian tidak mau kalah oleh sang istri dan membela diri si suami membalas kata-kata si istri

“dasar kamu ini, istri tidak tahu diuntung saya itu bekerja seharian membanting tulang demi kalian semua!!”

jelas kan? Sebuah pembelaan yang sangat tidak mungkin, apakah sang suami benar-benar membanting tulangnya saat berada di tempat kerja? Sekali lagi itu benar-benar tidak mungkin, pada kenyatannya justru di dalam kantor yang saya ketahui tidak pernah ada kegiatan menbanting-banting tulang, jikalau ada itu pasti sebuah perusahaan yang meneliti benda-benda purbakala yang berupa tulang belulang yang memang harus dibanting dengan maksud untuk mengethui usia dari tulang tersebut.

Bandingkan dengan para penjual daging di pasar walaupun setiap hari mereka berkutat dengan daging dan tulang, tetapi mereka sama sekali jarang membanting-banting tulang jualannya, karena mereka sadar akan menurunkan nilai jualnya. Tapi setidaknya para penjual daging ini dapat dipercaya ketika harus memberikan alasan “saya ini bekerja membanting tulang demi kalian” jadi pilih mana, bekerja dikantoran atau menjadi penjual daging, tapi saya berpesan jika akan berjualan daging jangan daging gelonggongan karena akan merusak kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar