Adalah suatu hari yang terindah bagiku, yaitu saat kau menungguku terduduk ayu di sebuah bangku, manis sekali.
Senyummu itu adalah kata-kata abstrak yang penuh dengan warna. Dan kata-katamu itu adalah dari jiwa yang penuh dengan makna.
Tapi ternyata pertemuan kita adalah rencana-rencana yang berbeda.
Pikirku kita penyatu, pikirmu ternyata ragu.
Dan aku harus siap pada arah kata-kata kita untuk menjadi masa lalu.
Perjalanan kita adalah hitam yang termanis.
Jelas aku akan sangat rindu untuk bertanya tentang kacamatamu yang hilang.
Dan rindu saat kita terdiam memandangi lembayung yang tak pernah terkira akhirnya akan menjadi mendung.
Ogn. 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar