Aku tahu, aku tahu.
Saat ini aku tidak bias melintasi benteng istana yang dulu pernah kutorehkan tinta roman.
Karena di depan benteng itu berdiri seorang serdadu yang terlihat sedang memuja angkara murka.
Aku tak yakin kalu dia serdadu yang setia.
Bias jadi dia seorang pengkhianat raja.
Aku tahu, aku tahu
Mengapa sang raja membangun benteng itu lebih tinggi setinggi kebenciannya padaku.
Karena di halaman istana itu terdapat sekuntum bunga yang sedang mekar.
Yang di tanam oleh sang raja.
Bandung, 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar