Setiap hari awan hitam selalu mengikutiku.
Tapi biarkan, karena matahari yang baik hati selalu memarahi dan mengusir awan hitam itu setelah beberapa menit menangis di atas kepalaku.
Dan dengan sinar kasih sayangnya segera mengeringkan pakaianku dari basah kuyup.
Temanku angin mulai menghampiri.
Memberiku sepasang sayap dan sepatu roda agar aku bias lari secepat mungkin dan terbang setinggi mungkin menghindari kejaran awan hitam.
Dan awan hitam tidak akan mengetahuiku, saat aku bermain-main di luasnya bulan.
Bandung, 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar