Kita yang berlari.
Mereka yang berdiam diri.
Jari jemari tak pernah henti membuat karya.
Kita yang bernada sumbang menjadi nilai.
Kita bukan angka-angka di balik mata uang.
Hanya dipaksa untuk selaras.
Melupakan nada-nada urban dijalanan.
Dan kita akan selalu ada ditengah-tengah suara kendaraan tak beraturan.
Bandung, 2008
Keur niggali nu ngamen di jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar