08 Mei 2009

HIGH HEELS

Aku ini lebih tinggi dari alas kaki lainnya, mahal pula.

Aku hanya dipakai oleh yang cantik-cantik dan para selebritis, tidak seperti kamu yang memakainya mulai dari yang betisnya besar hingga yang kakinya pecah-pecah.

Aku hanya berjalan di keramik-keramik yang mahal, dan sesekali berjalan di karpet merah.

Sedangkan kamu berjalan dimana saja, kadang di tanah yang becek, bahkan kamu tidak jarang menginjak tanah pasar yang kotor dan tanah perkampungan yang penuh dengan kotoran ayam.

Aku di simpan di tempat khusuh, tidak seperti kamu bergeletakan dimana saja seperti pasrah untuk dicuri.


Pembelaan :

Hei high heels kamu memang lebih tinggi tapi kamu terlihat palsu.

Memanipulasi ukuran tinggi badan seseorang, percaya dirikah atau malukah?

Kamu itu bodoh juga ya, orang-orang hanya memandangi kecantikan wajah pemakaimu, adakah orang-orang menyapa padamu?

Aku tidak peduli siapa yang memakaiku.

Karena aku murah maka aku banyak digemari disana sini.

Hei high heels aku sangat iba padamu.

Justru kamu yang selalu menjadi incaran para pencuri, tampilan seperti aku tidak akan pernah dilirik oleh para pencuri.

Lalu ketika kamu patah kamu akan langsung di buang, dihina dan berakhir di tempat sampah.

Pada akhirnya akulah yang sejatinya bertahan.


Bandung, 2009

Saat melewati outlet toko sepatu yang mahal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar