Seorang perempuan menyelam di kubangan lumpur.
Namun menyelam tak pernah dalam.
Bermacam-macam air telah ia minum.
Berbagai bisikan setiap musim telah ia turuti.
Ia tampak kering, haus, dan lelah.
Warna pelangi tak pernah utuh dalam hatinya.
Tercoreng kembali oleh lumpur yang melumurinya.
Hari baik mulai menjauh.
Dipaksa kembali oleh angkuh.
Janur kuning di paksa berdiri.
Namun awan mendung yang menyelimuti.
Kantung mata menahan air mata yang siap tumpah ruah dimana-mana.
Berharap pertolongan dari-Nya.
Bandung, 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar